Kim Jong-un saat menghadiri parade militer berdirinya tentara Korea Utara. Foto: AFP
Kim Jong-un saat menghadiri parade militer berdirinya tentara Korea Utara. Foto: AFP

Parade Militer Diduga Kuat Jadi Penyebar Super dari Wabah Covid-19 Korut

Fajar Nugraha • 15 Mei 2022 17:08
Pyongyang: Parade militer seharusnya menjadi perayaan kemenangan kecakapan bela diri Korea Utara (Korut). Tetapi pamer besar-besaran untuk merayakan berdirinya tentara Korut, secara tidak sengaja dapat menyebarkan covid-19 secara nasional.
 
Korea Utara pada Jumat 13 Mei 2022 mengonfirmasi kematian akibat virus korona pertamanya. Ini sehari setelah rezim tertutup mengakui kasus keberadaan kasus varian Omicron, dengan mengatakan puluhan ribu orang diisolasi setelah demam "menyebar secara eksplosif secara nasional mulai akhir April".
 
Baca: Meski Lockdown, Korban Tewas Akibat Covid-19 di Korut Melonjak jadi 42.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korea Utara menggelar parade militer besar-besaran di Pyongyang pada 25 April untuk merayakan ulang tahun berdirinya tentara.
 
Cuplikan acara di televisi pemerintah menunjukkan ribuan orang serta membuka masker dan tidak menjaga jarak. Warga memadati alun-alun Kim Il-Sung di Pyongyang untuk menyaksikan barisan tentara lewat, dan bertepuk tangan ketika rudal besar didorong olehnya.
 
“Wabah covid-19 saat ini terkait erat dengan parade 25 April," kata Hong Min, seorang peneliti di Institut Unifikasi Nasional Korea yang berbasis di Seoul kepada AFP, Minggu 15 Mei 2022
 
"Lebih dari 20.000 orang bersiap untuk parade selama dua bulan sebelum acara dan tinggal di ibu kota untuk berfoto bersama Kim Jong-un,” ucapnya.
 
Pemerintahan pemimpin Kim Jong-un tampaknya hanya terlambat "menyadari gawatnya" situasi dan melakukan pengujian covid-19 setelah peserta parade militer kembali ke distrik mereka.
 
"Mengadakan parade militer yang dihadiri oleh banyak orang, ketika Omicron mengamuk di negara tetangga Tiongkok, menunjukkan Pyongyang terlalu percaya diri pada kemampuan mereka untuk melawan dan mencegah virus," kata Cheong Seong-chang dari Institut Sejong.

Bukan parade pertama

Korea Utara adalah salah satu negara pertama yang menutup perbatasannya pada Januari 2020 setelah virus pertama kali muncul di negara tetangga, Tiongkok.
 
Kebijakan isolasi ketatnya pada awalnya tampaknya mencegah covid-19, dan negara itu melaporkan tidak ada kasus selama dua tahun - meskipun beberapa ahli mempertanyakan klaim ini.
 
Pyongyang bahkan menggelar parade militer malam hari pada September 2021 tanpa konsekuensi yang dilaporkan. Meskipun foto-foto acara itu menunjukkan para peserta mengenakan masker.
 
Namun seiring waktu, tampaknya Korea Utara mungkin telah melonggarkan penjagaannya di dalam negeri, dengan media pemerintah melaporkan pekerjaan anti-epidemi secara lebih sporadis.
 
“Pada saat parade 2021, pergerakan orang dan barang ke dan dari Tiongkok sebagian besar dibatasi," ujar Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara mengatakan kepada AFP.
 
“Tetapi awal tahun ini, Korea Utara secara singkat melonggarkan penguncian total perdagangan lintas batas dengan Tiongkok. Ini kemungkinan akar penyebab wabah Omicron saat ini,”tegasnya.
 
"Virus itu mungkin telah memasuki Korea Utara melalui tiga rute berbeda: Kereta Api, pengiriman dan penyelundupan," tuturnya.
 
"Intinya itu berasal dari Tiongkok,” pungkas Moo-jin.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif