Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Iran Tahan Diplomat Inggris Atas Tuduhan Mata-mata

Fajar Nugraha • 07 Juli 2022 09:02
Teheran: Garda Revolusi Iran telah menahan beberapa orang asing, termasuk utusan paling senior kedua Inggris di Teheran, atas tuduhan tindakan mata-mata. Mereka dituduh melakukan pelanggaran seperti mengambil sampel tanah di daerah terlarang.
 
Tidak dijelaskan kapan mereka ditangkap atau apakah mereka masih ditahan. Inggris mengatakan laporan itu "sepenuhnya salah".
 
"Mata-mata ini mengambil sampel bumi di gurun tengah Iran di mana latihan rudal kedirgantaraan Pengawal Revolusi dilakukan," kata televisi pemerintah, seperti dikutip AFP, Kamis 7 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Televisi Pemerintah Iran menunjukkan apa yang dikatakannya sebagai rekaman Giles Whitaker dan keluarganya di Iran tengah di mana diplomat Inggris itu tampaknya mengambil sampel tanah. Pihak penyiar mengatakan itu di dekat daerah tempat uji coba rudal sedang dilakukan oleh pihak Garda Revolusi.
 
"Whitaker diusir dari kota setelah meminta maaf (pihak berwenang)," kata laporan televisi itu.
 
Namun, Juru Bicara Kantor Luar Negeri Inggris, Samuel Heath mengatakan: "Laporan penangkapan seorang diplomat Inggris di Iran sepenuhnya salah."
 
"Dia (Whitaker) bahkan tidak diposting di Iran lagi!,” sebut Samuel Heath, melalui Twitter.
 
Salah satu dari mereka yang ditahan diidentifikasi oleh televisi pemerintah sebagai suami atase kebudayaan Austria di Iran. Pejabat Austria tidak segera tersedia untuk mengomentari masalah ini.
 
Laporan itu juga menunjukkan gambar orang asing ketiga, yang diidentifikasi sebagai Maciej Walczak, seorang profesor universitas di Polandia, yang dikatakan mengunjungi Iran sebagai turis.
 
Laporan dari pihak televisi pemerintah memuat rekaman yang diduga menunjukkan Walczak dan tiga rekannya mengumpulkan sampel bumi di daerah lain setelah mengunjungi Iran dalam program pertukaran ilmiah. Dikatakan pengumpulan sampel mereka juga bertepatan dengan uji coba rudal di Provinsi Kerman selatan Iran.
 
Pengawal Revolusi elite Iran telah menangkap puluhan warga negara ganda dan orang asing dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar atas tuduhan spionase dan terkait keamanan.
 
Kelompok hak asasi menuduh Iran berusaha memenangkan konsesi dari negara lain melalui penangkapan atas tuduhan keamanan yang mungkin dibuat-buat. Teheran membantah menangkap orang karena alasan politik.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif