Juru Bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki Al-Maliki. Foto: AFP
Juru Bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki Al-Maliki. Foto: AFP

Arab Saudi Hancurkan 5 Rudal Balistik yang Dilepaskan Houthi dari Yaman

Internasional konflik yaman arab saudi Pemberontak Houthi Yaman
Fajar Nugraha • 15 April 2021 15:07
Riyadh: Koalisi Negara Arab menghancurkan lima rudal balistik dan empat drone bermuatan bahan peledak yang diluncurkan oleh Houthi menuju Arab Saudi. Serangan itu ditargetkan ke wilayah Jazan pada Kamis 15 April 2021 hari ini.
 
Serangan yang menargetkan Jazan adalah yang terbaru dari serangkaian aksi permusuhan terhadap Arab Saudi oleh pemberontak Houthi.
 
“Universitas Jazan adalah salah satu target serta situs sipil lainnya yang dilindungi oleh hukum humaniter internasional,” ujar Juru Bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki Al-Maliki mengatakan dalam sebuah pernyataan di Saudi Press Agency, yang dikutip dari Arab News.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tindakan tersebut merupakan kejahatan perang. Serangan itu berasal dari Provinsi Sa'dah di Yaman,” lanjut Al Maliki.
 
Pihak Koalisi mengatakan serangan itu merupakan kelanjutan dari upaya bermusuhan sistematis dan sengaja Houthi untuk menargetkan warga sipil. Houthi, yang mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa, pada 2014, telah dikecam karena tindakan mereka melawan Kerajaan.
 
Pemerintah Arab Saudi mengatakan serangan Houthi tidak hanya terhadap Kerajaan dan fasilitas ekonominya. Tetapi serangan juga diarahkan ke pusat ekonomi global, keamanan ekspor dan pasokan minyaknya serta mempengaruhi navigasi maritim.
 
Arab Saudi secara konsisten mendukung upaya untuk menyelesaikan perang di Yaman secara damai.
 
Pekan lalu, Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Yaman Maeen Abdulmalik Saeed, dan menegaskan kembali bahwa Kerajaan mendukung “semua upaya untuk mengakhiri konflik, menerapkan gencatan senjata, meringankan krisis kemanusiaan, dan mencapai sebuah resolusi politik yang menjamin perdamaian dan kemakmuran bagi orang-orang persaudaraan Yaman”.
 
Pada Maret, Arab Saudi mengumumkan inisiatif perdamaian untuk membantu mengakhiri perang yang telah melanda Yaman selama enam tahun terakhir. Inisiatif tersebut, yang mendapat dukungan luas, termasuk gencatan senjata yang diawasi oleh PBB, pembukaan kembali bandara Sanaa, dan pembicaraan baru untuk mencapai penyelesaian politik atas konflik tersebut.
 
Pembatasan di pelabuhan Laut Merah Hodeidah juga akan dilonggarkan, memungkinkan akses untuk kapal dan kargo. Sekjen PBB, Antonio Guterres, mendukung kesepakatan tersebut dan mendesak semua pihak untuk mengambil kesempatan ini untuk mengejar perdamaian dan bekerja dengan utusan khususnya, Martin Griffiths, tentang cara-cara untuk melanjutkan "dengan itikad baik dan tanpa prasyarat."
 
Menteri Informasi Yaman, Moammar Al-Eryani, mengatakan anggota komunitas internasional dengan saluran terbuka ke Houthi harus menggunakan pengaruh mereka untuk mendorongnya memutuskan hubungan dengan Iran dan berkomitmen pada inisiatif perdamaian yang dipimpin Arab Saudi.
 
"Negara-negara ini harus menekan Houthi untuk menghentikan kejahatan dan pelanggaran harian mereka terhadap warga sipil di wilayah kontrol mereka, yang dianggap sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Al-Eryani kepada Arab News dalam sebuah wawancara pekan lalu.
 
Kantor berita Yaman melaporkan bulan lalu bahwa Houthi telah ‘sementara’ menerima inisiatif Saudi untuk mengakhiri perang di Yaman. Tetapi mereka menuntut penerbangan yang tidak diperiksa dari bandara Sanaa ke tujuan yang tidak terbatas sebelum memberikan persetujuan akhir rencana perdamaian mereka.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif