NEWSTICKER
Seorang staf medis mengenakan pakaian pelindung di Rumah Sakit Penyakit Menular Wilkins di Harare, Zimbabwe. (Foto: AFP Photo/Jekesai NJIKIZANA)
Seorang staf medis mengenakan pakaian pelindung di Rumah Sakit Penyakit Menular Wilkins di Harare, Zimbabwe. (Foto: AFP Photo/Jekesai NJIKIZANA)

Menhan Zimbabwe Sebut Korona Hukuman Tuhan untuk AS

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 17 Maret 2020 08:05
Harare: Menteri Pertahanan Zimbabwe Oppah Muchinguri menyebut pandemi virus korona covid-19 sebagai hukuman Tuhan untuk Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya yang telah banyak menjatuhkan sanksi ekonomi. Pernyataan kontroversial tersebut disampaikannya dalam sebuah acara partai di akhir pekan.
 
"Virus korona ini adalah hukuman bagi negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi kepada kita. Tuhan menghukum mereka. Sekarang mereka berdiam diri di dalam rumah, sementara perekonomiannya menjerit, persis seperti apa yang telah mereka lakukan terhadap kita," ujar Muchinguri dalam sebuah acara di Chinhoyi, sekitar 120 kilometer dari ibu kota Harare.
 
Sebuah video yang memperlihatkan pidato Muchinguri telah viral di Zimbabwe.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Presiden AS Donald) Trump harus sadar bahwa dia bukan Tuhan. Mereka harus menghadapi konsekuensi dari virus korona, agar mereka juga merasakan rasa sakit ini," kata Muchinguri yang menggunakan bahasa daerah Shona.
 
Dikutip dari Guardian, Selasa 17 Maret 2020, pernyataan Muchinguri memicu kritik tajam dari sejumlah politisi, organisasi kemanusiaan, dan juga sebagian masyarakat Zimbabwe di media sosial.
 
Sejauh ini Zimbabwe belum mengonfirmasi adanya covid-19, namun negara tetangganya, Afrika Selatan, mencatat ada lebih dari 60 kasus. Di benua Afrika, 30 dari total 54 negara telah mengonfirmasi kasus korona.
 
Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam kontroversi Muchinguri. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Zimbabwe turut bersimpati kepada semua orang di kancah global yang terkena dampak covid-19.
 
Mnangagwa tidak secara spesifik menyebut nama Muchinguri.
 
Data terbaru Universitas Johns Hopkins per hari ini, Selasa 17 Maret 2020, mencatat total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 181 ribu, dengan lebih dari 7.100 kematian. Sementara jumlah pasien sembuhnya telah mencapai 78.088.
 
Lonjakan kasus dan kematian kini didominasi negara-negara Eropa, setelah covid-19 pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir 2019. WHO mengatakan Eropa kini telah menjadi pusat pandemi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif