Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Hina Balita Palestina yang Dimakamkan, Tujuh Pemukim Israel Divonis

Internasional Palestina israel palestina Israel
Fajar Nugraha • 28 April 2022 15:01
Tel Aviv: Pengadilan tinggi Israel menjatuhkan vonis terhadap tujuh orang Israel menyusul sebuah pernikahan tahun 2015 di mana pemukim Israel mengangkat dan menusuk foto Ali Dawabshe. Dawabshe adalah seorang balita Palestina yang tewas terbunuh.
 
Vonis dijatuhkan atas hasutan kekerasan dan terorisme.
 
Salah satu terdakwa juga dinyatakan bersalah pada Rabu, 27 April 2022 karena mendukung organisasi teroris, hasutan rasisme, dan kepemilikan senjata.  Seorang tamu pernikahan dibebaskan dari tuntutan hasutan kekerasan dan terorisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tuntutan hasutan rasisme dan kekerasan disertai dengan ancaman hingga lima tahun penjara. Namun hukuman yang pasti akan ditetapkan dalam sidang Oktober mendatang.
 
Kejadian dalam pernikahan tersebut kontroversial di kalangan masyarakat Palestina dan Israel. 
 
Ali Dawabshe berusia 18 bulan ketika pemukim Israel mengebom rumahnya di Tepi Barat. Ali dan orang tuanya meninggal akibat serangan itu. Kakak laki-laki Ali, 5, merupakan satu-satunya yang selamat.
 
Amiram Ben-Uliel terbukti bersalah atas pembunuhan ketiganya dan dijatuhi tiga hukuman seumur hidup. Ia juga dipenjara 10 tahun untuk pembakaran dan 17 tahun untuk percobaan pembunuhan saudara Ali yang masih hidup.
 
Pernikahan Yakir Eshbal dilangsungkan lima bulan setelah pembunuhan tersebut. Sejumlah video memperlihatkan dirinya dan para tamu mengolok foto-foto Dawabshe, mengejutkan rakyat Israel dan Palestina.
 
Dalam video yang tersebar, puluhan pemuda Israel meloncat sembari menyanyi tentang balas dendam, sembari memegang senjata api dan pisau. Sejumlah senjata itu dibuat oleh tentara Israel dan dioper-oper, termasuk ke anak di bawah umur.
 
Lagu-lagu dalam pernikahan itu mengandung lirik kontroversial, seperti “masjid akan terbakar” dan “masjid akan meledak”. Satu orang dalam video tampak menusuk foto Dawasbshe dengan pisau.
 
“Kamu orang-orang menyedihkan, kamu lupa apa artinya menjadi orang Yahudi. Kamu mempermalukan kippah dan selendang doamu, serta nama Tuhan,” kata pemimpin Persatuan Zionis Isaac Herzog saat itu, seperti dikutip Middle East Eyes, Jumat 28 April 2022. 
 
“Siapapun yang menari di pernikahan dan merayakan pembunuhan terhadap bayi yang sedang tidur bukanlah Yahudi dan bukan orang Israel,” imbuhnya.
 
Salah satu terdakwa mengatakan pada Rabu, “Perilaku saya tidak mencerminkan siapa saya sekarang, dan saya menyesalinya,” namun ia tidak menganggap aksinya sebagai kejahatan sehingga akan mengajukan banding. (Kaylina Ivani)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif