Kepala Biro Politik pejuang Hamas Ismael Haniyeh. Foto: AFP
Kepala Biro Politik pejuang Hamas Ismael Haniyeh. Foto: AFP

Hamas: Kami Siap Hadapi Skenario Apapun

Internasional Palestina israel palestina Gaza Israel hamas
Fajar Nugraha • 12 Mei 2021 18:04
Gaza: Kepala Biro Politik pejuang Hamas Ismael Haniyeh telah memperingatkan Israel agar tidak meningkatkan ketegangan di Jalur Gaza. Front perlawanan itu menurut Haniyeh siap untuk skenario apa pun dan tetap teguh dalam memerangi kejahatan oleh rezim pendudukan.
 
Haniyeh mengatakan dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Selasa malam bahwa gerakan tersebut telah mengambil keputusan tegas untuk tidak menghentikan perlawanan selama rezim Israel melanjutkan kejahatan dan pelanggarannya di Yerusalem Timur yang diduduki dan di Masjid Al-Aqsa.
 
Baca: 35 Orang Tewas dalam Aksi Saling Serang Israel dan Hamas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami memiliki hak untuk menanggapi serangan Israel dan melindungi kepentingan rakyat kami selama pendudukan Israel terus meningkat," kata Haniyeh, seperti dikutip Ahlul Bayt News Agency (ABNA), Rabu 12 Mei 2021.
 
Pejabat tinggi Hamas mengelukan serangan rokte ke Israel sebagai "kemenangan" dan "keseimbangan kekuatan" baru dari roket besar di Israel, termasuk 130 roket yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditembakkan ke Tel Aviv dan daerah pinggiran kota pada hari sebelumnya. Haniyeh menegaskan gerakan perlawanan Palestina tidak akan tinggalkan Yerusalem sendirian.
 
"Kami telah meraih kemenangan dalam pertempuran untuk Yerusalem, pertahanan Yerusalem," kata Haniyeh.
 
"Hamas siap untuk setiap skenario, apakah eskalasi atau gencatan senjata. Kami, sebagai orang Palestina, tidak akan meninggalkan Yerusalem dan perlawanan, menganggap pendudukan bertanggung jawab penuh atas eskalasi,” tegasnya.
 
“Secara spesifik, ada panggilan mendesak sejak kemarin dan sampai sekarang dengan saudara-saudara di Mesir, Qatar juga dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kami mengatakan kepada semua orang bahwa yang telah menyalakan api di Yerusalem dan al-Aqsa dan api yang meluas ke Gaza adalah pendudukan Israel, oleh karena itu, bertanggung jawab atas konsekuensinya," tambahnya.
 
Hamas: Kami Siap Hadapi Skenario Apapun
 
Asap dari serangan Israel ke Gaza. Foto: AFP
 
Haniyeh menambahkan, hubungan antara Gaza dan Yerusalem tidak dapat diubah sambil menggarisbawahi bahwa kota suci telah menyusun "skala kekuatan" baru di tingkat politik. "Kami tegaskan bahwa kami tidak akan mundur,” imbuh Haniyeh.
 
Dalam pidatonya di televisi, Kepala Biro politik Hamas itu menyoroti persatuan warga Palestina dalam perjuangan mereka melawan pendudukan Israel dan mengatakan bahwa Hamas sejauh ini telah bertindak di tiga bidang. "Yang pertama adalah Front al-Quds, yang kedua adalah Front Gaza dan yang ketiga adalah Palestina di tanah yang diduduki pada tahun 1948," katanya.
 
Haniyeh juga menggarisbawahi bahwa gerakan perlawanan akan tetap menjadi perisai lapis baja rakyat Palestina dan akan terus menangkis agresi Israel dengan cara apapun.
 
Pejabat tinggi Hamas membuat pernyataan setelah gerakan perlawanan Palestina menembakkan sejumlah roket ke Israel. Roket itu menghantam Tel Aviv dan daerah sekitarnya sebagai pembalasan atas agresi rezim terhadap Jalur Gaza.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif