Ilustrasi Iran/AFP.
Ilustrasi Iran/AFP.

Iran Buka Pendaftaran Calon Presiden

Internasional nuklir iran politik iran Iran as-iran
Marcheilla Ariesta • 12 Mei 2021 04:13
Teheran: Iran membuka pendaftaran bagi calon presiden. Pemilihan presiden akan dilakukan pada Juni 2021.
 
Pemilihan dilakukan di tengah ketidakpastian terkait kesepakatan nuklir Teheran dengan kekuatan dunia. Termasuk ketegangan antara Iran dengan Barat.
 
Presiden Hassan Rouhani tidak dapat mencalonkan diri lagi karena pembatasan masa jabatan. Di sisi lain, survei di negara tersebut tak memunculkan pengganti dengan elektabilitas tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara juga diperkirakan rendah. Ini disebabkan berbagai sanksi ekonomi yang dihadapi negara itu dan pandemi virus korona.
 
Baca: Bertemu dengan Arab Saudi, Iran Sebut Terlalu Dini Bahas Hasil Negosiasi
 
Laman Voice of America, pada Selasa, 11 Mei 2021 melaporkan masih banyak yang beranggapan kelompok garis keras di negara itu berusaha kembali bangkit, bahkan saat Amerika Serikat dipimpin Presiden Joe Biden. AS berusaha menemukan cara untuk memasuki kembali kesepakatan nuklir dengan Iran.
 
Pemenang di pemungutan suara 18 Juni 2021 akan mengambil alih posisi Hassan Rouhani. Ia dikenal sebagao tokoh moderat di Republik Islam itu dengan dua periode kepemimpinan. Lebih dari 20 tokoh masyarakat mengumumkan niat mereka untuk mencalonkan diri.
 
"Daftar final para calon yang lolos akan diumumkan pada 26-27 Mei," ucap Kementerian Dalam Negeri Iran, dilansir dari AFP, Selasa, 11 Mei 2021.
 
Mantan pejabat Korps Pengawal Revolusi Saeed Mohammad, seorang jenderal dan penasihat komandan Pengawal Mayor Jenderal Hossein Salami, adalah salah satu orang yang pertama kali menyerahkan namanya. 
 
Mohammad, 53, yang mengepalai bagian konstruksi dan teknik di Garda Revolusi Iran selama lebih dari dua tahun. Ia mengundurkan diri pada Maret lalu untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
 
Calon lainnya, Mohammad Hassan Nami, seorang jenderal militer yang pernah menjadi menteri telekomunikasi di bawah mantan presiden ultra-konservatif Mahmoud Ahmadinejad.
 
Nami adalah mantan atase militer untuk Korea Utara, dan juga memegang gelar doktor dalam "manajemen publik" dari Universitas Kim Il-sung di Pyongyang.
 
Beberapa tokoh politik teratas dipandang sebagai calon presiden, tetapi belum menyatakan apakah mereka akan mencalonkan diri. Mereka termasuk mantan ketua parlemen Ali Larijani, kepala kehakiman Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif