Kapal Jepang yang tumpahkan minyak ditenggelamkan di Mauritius. Foto: AFP.
Kapal Jepang yang tumpahkan minyak ditenggelamkan di Mauritius. Foto: AFP.

Sisa Kapal Penyebab Tumpahan Minyak di Mauritius Ditenggelamkan

Internasional kapal tenggelam
Marcheilla Ariesta • 25 Agustus 2020 18:54
Port Louis: Kapal milik Jepang yang kandas dan menyebabkan tumpahan minyak di perairan lepas pantai Mauritius, telah berhasil ditenggelamkan di laut terbuka. Nagashiki Shipping, pemilik Kapal Wakashio mengatakan pihaknya telah menyelesaikan penenggelaman bagian depan kapal di laut pada Senin, 24 Agustus 2020.
 
Penenggelaman dilakukan sesuai dengan instruksi otoritas setempat.
 
Kapal minyak tersebut kandas di terumbu karang lepas pantai pulau Samudera Hindia tersebut pada 25 Juli. Minyak mulai bocor dua pekan kemudian, mendorong perlombaan melawan waktu untuk memompa bahan bakar dari kapal sebelum terbelah menjadi dua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Operasi itu berhasil dan dua kapal tunda pekan lalu mulai menarik bagian depan kapal yang lebih besar sekitar 15 kilometer ke laut terbuka, di mana kapal itu telah tenggelam hingga kedalaman 3.180 meter.
 
Bagian yang lebih kecil tetap terjepit di terumbu, tempat terjadinya kecelakaan kapal.
 
"Penenggelaman batang (bagian depan) kapal telah selesai dan sekitar pukul 15.30 (waktu setempat) tidak lagi terlihat di permukaan laut," ucap Komite Krisis Mauritius dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 25 Agustus 2020.
 
Greenpeace menentang penenggelaman kapal tersebut. Mereka memperingatkan hal tersebut akan membahayakan keanekaragaman hayati dan mencemari laut dengan racun logam berat dalam jumlah besar.
 
Lebih dari seribu ton minyak tumpah ke periaran murni yang telah lama menjadi daya tarik utama untuk pasangan yang berbulan madu. Pasalnya, lokasi ini berisi hutan bakau dan terumbu karang yang berharga.
 
Pekan lalu, tim ilmuwan Inggris tiba untuk mengkoordinasikan penilaian dampak tentang kerusakan apa yang telah terjadi di pulau itu dan bagimana membantu pemulihan ekosistem.
 
Pakar internasional dari Jepang dan Prancis juga membantu negara kepulauan tersebut setelah terjadinya tumpahan minyak.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif