Sekelompok pengungsi Suriah menyeberangi perbatasan menuju Turki. (Foto: AFP/File)
Sekelompok pengungsi Suriah menyeberangi perbatasan menuju Turki. (Foto: AFP/File)

PBB Khawatir Suriah Tidak Mampu Tangani Pandemi Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 31 Maret 2020 08:41
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa khawatir Suriah tidak akan mampu menangani pandemi virus korona (covid-19) karena minimnya fasilitas medis. PBB juga khawatir 10 kasus dan satu kematian akibat covid-19 di Suriah bukan gambaran sesungguhnya dari penyebaran virus di negara tersebut.
 
"Data tersebut bisa saja hanya merupakan ujung dari sebuah gunung es," kata Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Mark Lowcock, dalam sebuah sesi di Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat.
 
"Semua upaya untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons covid-19 di Suriah terkendala oleh sistem kesehatannya yang rapuh," lanjut dia, dilansir dari LBC News, Selasa 31 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga akhir 2019, hanya separuh dari total rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Suriah yang benar-benar beroperasi 100 persen. Rapuhnya sistem kesehatan di Suriah diakibatkan perang sipil yang telah berkecamuk di negara tersebut sejak 2011.
 
Lowcok mengatakan, upaya menangani covid-19 di Suriah juga terkendala tingginya pergerakan masyarakat lokal serta berbagai tantangan dalam penyediaan pasokan penting, termasuk alat pelindung diri dan ventilator.
 
Ia mengaku khawatir jika covid-19 menyebar di sejumlah kamp yang dipenuhi pengungsi Suriah. Isolasi di kamp semacam itu, lanjut Lowcock, akan sangat sulit dilakukan karena tingginya jumlah populasi.
 
Sebelum ada pandemi covid-19 pun, jutaan warga Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat. Tingkat urgensinya saat ini semakin tinggi, karena pandemi akan membuat masyarakat Suriah semakin sulit mendapat makanan dan akses kesehatan.
 
Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, mengatakan kepada dewan bahwa "setelah situasi mulai mereda di lapangan, masyarakat Suriah kini menghadapi ancaman baru, yakni covid-19."
 
Pedersen mengulang kembali seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang menyerukan gencatan senjata global di semua zona konflik agar komunitas internasional dapat fokus menangani covid-19.
 
"Suriah merupakan negara berisiko tinggi yang dikhawatirkan tidak akan mampu menanggulangi pandemi," ungkap Pedersen.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif