Warga  dan turis beraktivitas di kawasan Al-Mubarakiya Souk, Kuwait City, Kuwait. (Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE)
Warga dan turis beraktivitas di kawasan Al-Mubarakiya Souk, Kuwait City, Kuwait. (Foto: AFP/GIUSEPPE CACACE)

Kuwait Tutup Puluhan Toko yang Melanggar Aturan Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 04 Agustus 2020 15:03
Kuwait City: Pemerintah Kuwait menutup paksa puluhan toko yang terbukti tidak mematuhi panduan kesehatan seputar pandemi virus korona (covid-19). Sedikitnya 46 toko di seantero Kuwait ditutup paksa karena melanggar aturan di tengah musim liburan Iduladha.
 
Penutupan dilakukan dalam inspeksi massal yang dilakukan dari toko ke toko. Dari inspeksi tersebut, petugas memberikan peringatan lisan dan tertulis kepada 1.142 dari total 1.197 toko.
 
Selain penutupan dan peringatan tertulis, ada juga 206 toko yang dikenai denda karena dinilai melanggar aturan. Sebagian besar denda dijatuhkan karena staf atau pengunjung toko tidak menggunakan masker atau sarung tangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari The National, Selasa 4 Agustus 2020, inspeksi mendadak di Kuwait juga berujung pada ditemukannya 73 tempat usaha ilegal penjualan daging hewan. Sebanyak 42 pedagang kaki lima juga dikenai denda karena tidak mengantongi izin.
 
Kuwait telah membuka kembali penerbangan internasional. Namun, penerbangan dari 31 negara yang masih dianggap berisiko tinggi covid-19 masih ditutup.
 
Pembukaan penerbangan sudah dimulai sejak Sabtu pekan kemarin, usai ditutup rapat selama lebih kurang lima bulan akibat pandemi covid-19. Meski dibuka, Kuwait menerapkan protokol kesehatan ketat bagi pihak maskapai maupun penumpang.
 
Salah satu aturannya adalah Kuwait hanya akan menerima maksimal 10 ribu penumpang pesawat pada setiap harinya. Sementara jumlah penerbangan per hari dibatasi hanya 100.
 
"Saat tiba di Kuwait, penumpang diwajibkan menjalani karantina selama dua pekan dan juga harus memiliki asuransi kesehatan untuk biaya pengobatan covid-19," kata Yousef Al Fawza, Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Kuwait.
 
Kematian akibat covid-19 pertama kali tercatat di Kuwait pada 4 April. Munculnya kematian perdana membuat Pemerintah Kuwait menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) secara total, dengan hukuman berat bagi siapapun yang berani melanggar.
 
Para pelanggar aturan jam malam di Kuwait terancam dijatuhi vonis tiga tahun penjara dan denda KWD10 ribu (Rp478 juta).
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif