Michael Lynk, pelapor khusus PBB untuk situasi HAM di Wilayah Palestina. (Foto: Kim Haughton/UN)
Michael Lynk, pelapor khusus PBB untuk situasi HAM di Wilayah Palestina. (Foto: Kim Haughton/UN)

PBB: Rencana Pencaplokan Israel Tak Dapat Diterima

Internasional israel palestina
Willy Haryono • 02 Mei 2020 17:02
New York: Seorang pakar independen dari Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa rencana Israel dalam mencaplok sebagian wilayah Tepi barat sebagai sesuati yang tidak dapat diterima. Rencana tersebut juga berpotensi menghancurkan harapan mengenai adanya solusi berbasis negosiasi.
 
"Keputusan sepihak Israel untuk menjalankan rencana aneksasi pada 1 Juli telah merusak hak asasi manusia di kawasan, dan juga akan menjadi pukulan telak bagi ketertiban global berbasis aturan," kata Michael Lynk, pelapor khusus PBB untuk situasi HAM di Wilayah Palestina.
 
Lynk mengekspresikan kekhawatiran bahwa rencana aneksasi Israel tengah didukung dan difasilitasi Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika rencana pencaplokan berlangsung sukses, Lynk khawatir wilayah tersisa di Tepi Barat akan menjadi "Bantustan Palestina," atau sebuah area terpisah yang terputus dari dunia luar.
 
Selain Tepi Barat, rencana pencaplokan Israel juga meliputi Bukti Yordan. Lynk mengatakan rencana tersebut akan berujung pada "konsekuensi buruk di bidang HAM" jika benar-benar terwujud.
 
"Rencana tersebut akan mengkristalisasi apartheid di abad ke-21. Rencana itu juga akan menghancurkan hak Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri. Rencana itu sama sekali tidak dapat diterima, baik dari sisi hukum, moral, maupun politik," tegas Lynk, dikutip dari Yeni Safak, Sabtu 2 Mei 2020.
 
Menurut Lynk, pelanggaran HAM dari pendudukan Israel hanya akan semakin buruk setelah rencana aneksasi terwujud. Ia menegaskan bahwa aneksasi tersebut ilegal di bawah aturan internasional sejak pengadopsian Charter of the United Nations di tahun 1945.
 
Kala itu, PBB melarang pencaplokan usai belajar dari sejarah kelam dua perang dunia.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif