Kecelakaan mobil yang dialami warga Palestina usai dilempar batu pemukim Israel. Foto: United Hatzala
Kecelakaan mobil yang dialami warga Palestina usai dilempar batu pemukim Israel. Foto: United Hatzala

Pengemudi Palestina Terluka dalam Serangan oleh Pemukim Israel

Internasional Palestina Pemukiman Yahudi di Tepi Barat Israel
Medcom • 25 November 2021 15:26
Al-Mughayir: Pengemudi Palestina, Raid Kharaz disebut terluka parah saat mobil yang dikemudikannya dilempari batu oleh seorang pemukim Israel di Tepi Barat. Insiden yang terjadi pada Rabu, 24 November 2021 menyebabkan Kharaz kehilangan kendali atas kendaraan mengalami kecelakaan.
 
Dilansir dari Times of Israel, Kamis, 25 November 2021, korban berusia 45 tahun tersebut  terluka saat kendaraannya membelok dari jalan dan terbalik di dekat desa al-Mughayir, di bagian tengah Tepi Barat.
 
Kharaz dipindahkan dengan helikopter ke pusat medis Hadassah Ein Kerem di Yerusalem dan mengatakan, ia menderita cedera kepala serius. Putranya, yang bersamanya di dalam kendaraan pun terluka ringan dalam kecelakaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Puluhan Warga Palestina Halau Serangan Pemukim Israel di Tepi Barat.
 
Pejabat Otoritas Palestina, Ghassan Daghlas yang memantau kekerasan pemukim mengatakan, sebuah batu yang dilemparkan oleh pemukim telah menghancurkan kaca depan mobilnya, menyebabkan Kharaz jatuh.
 
Polisi Israel menduga kecelakaan tersebut disebabkan oleh pelemparan batu dan membuka penyelidikan atas kasus tersebut. Situs berita Ynet melaporkan, layanan keamanan internal Shin Bet juga terlibat.
 
“Seorang pemuda terlihat melemparkan batu di daerah itu sesaat sebelum kecelakaan. Baru-baru ini, seorang pengemudi Palestina terluka ringan, saat kaca depan mobilnya pecah akibat lemparan batu,” sebut laporan Channel 13.
 
Pelemparan mobil dengan batu oleh pemukim dan warga Palestina di Tepi Barat adalah hal biasa dan dalam beberapa kasus telah menyebabkan cedera serius atau kematian.
 
Beberapa bulan terakhir disebut telah terlihat peningkatan yang dicatat dalam serangan kekerasan oleh ekstremis Israel terhadap Palestina dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 
 
Menurut angka dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang dilaporkan oleh Radio Angkatan Darat minggu ini, setidaknya 67 serangan semacam itu dilaporkan selama panen zaitun musim gugur, dibandingkan dengan 42 tahun lalu. 
 
Musim panen zaitun tahunan diketahui seringkali menyaksikan ketegangan yang meningkat dan kekerasan yang meningkat oleh para pemukim Israel. Berbagai serangan sering mencakup perusakan kebun zaitun, pembakaran atau penebangan pohon. Namun, sering juga terlihat pelemparan batu, pemukulan orang dengan tongkat, dan terkadang tembakan.
 
Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz disebut mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan perwakilan tinggi pasukan keamanan Israel pada Kamis malam. 
 
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas peningkatan kekerasan yang baru terjadi oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat, menyerukan militer untuk campur tangan sebelum seseorang terbunuh.
 
Channel 13 pun mengatakan, sebuah kendaraan polisi dibakar di pemukiman Kiryat Arba pada Selasa dan Rabu malam, dalam dugaan serangan oleh pemukim.
 
Aktivis sayap kanan juga telah memperbarui protes dalam beberapa pekan terakhir atas kasus Ahuvia Sandak. Ia merupakan remaja pemukim yang tewas dalam pengejaran polisi tahun lalu, setelah diduga melemparkan batu ke warga Palestina.
 
Pada 2018, seorang remaja Yahudi diketahui pun didakwa membunuh seorang wanita Palestina, Aisha Rabi. Remaja tersebut melemparkan batu berat ke kaca depan mobil yang Rabi tumpangi di dekat Persimpangan Tapuah Tepi Barat utara. Kasus ini tengah berlangsung. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif