Ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh dibunuh. Foto: CNN.
Ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh dibunuh. Foto: CNN.

Pengamat Iran Serukan Serangan Balasan ke Pelabuhan Haifa di Israel

Internasional nuklir iran pembunuhan iran israel
Marcheilla Ariesta • 30 November 2020 19:46
Teheran: Sebuah surat kabar 'garis keras' Iran menyarankan pemerintah harus menyerang kota pelabuhan Haifa di Israel. Ini harus dilakukan jika Israel benar melakukan pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran.
 
Meskipun surat kabar Kayhan telah lama memperdebatkan pembalasan agresif untuk operasi yang menargetkan Iran, namun opini yang dikeluarkan pada akhir pekan kemarin menyarankan agar Iran melakukan serangan yang menghancurkan fasilitas.
 
Israel dicurigai membunuh ilmuwan nuklir selama satu dekade terakhir. Para pejabat Iran dengan tegas menyalahkan Israel atas serangan itu, meningkatkan momok ketegangan baru yang bisa saja melanda kawasan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kayhan menerbitkan Israel yang ditulis oleh pengamat Iran, Sadollah Zarei. Ia berpendapat reaksi Teheran terhadap dugaan serangan udara Israel yang menewaskan pasukan Pengawal Revolusi di Suriah kurang untuk menghalangi Israel.
 
"Menyerang Haifa dan membunuh sejumlah besar orang, pasti akan mengarah pada pencegahan, karena Amerika Serikat dan rezim Israel sama sekali tidak siap untuk mengambil bagian dalam perang dan konfrontasi militer," tegasnya, dilansir dari Al Arabiya, Senin, 30 November 2020.
 
Dua mengatakan, serangan terhadap Haifa harus lebih besar dari serangan rudal balistik Iran ke pasukan Amerika di Irak, menyusul serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan jenderal tinggi Iran pada Januari tahun ini.
 
Haifa terletak di Laut Mediterania, telah diancam di masa lalu oleh Iran dan salah satu proksinya, kelompok Hizbullah. Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah belum lama ini menyarankan penyerangan gudang amonium nitrat di Haifa, usai serangan mematikan di pelabuhan Beirut pada Agustus lalu. 
 
Ledakan di Beirut menewaskan 193 orang dan melukai 6.500 lainnya.
 
Meskipun Kayhan adalah surat kabar kecil di Iran, namun pemimpin redaksinya, Hossein Shariatmadari ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif