Warga Palestina yang menghindari serangan dari pasukan Israel di Masjid Al-Aqsa. Foto: AFP
Warga Palestina yang menghindari serangan dari pasukan Israel di Masjid Al-Aqsa. Foto: AFP

Rumah Sakit di Yerusalem Dipenuhi Korban Serangan Pasukan Israel

Internasional Palestina israel palestina Israel
Fajar Nugraha • 11 Mei 2021 18:06
Yerusalem: Warga Palestina yang terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa memenuhi ruangan rumah sakit Yerusalem timur. Beberapa orang kehilangan mata setelah terkena peluru karet.
 
Ezzedine, seorang tukang kayu berusia 19 tahun dari kota Nablus, Tepi Barat, mengatakan pada Senin bahwa dokter di Rumah Sakit Makassed yang besar mengatakan kepadanya bahwa dia tidak akan bisa melihat kembali mata kirinya setelah terluka di lokasi titik nyala.
 
Baca: Ratusan Warga Palestina Terluka dalam Bentrokan Baru dengan Pasukan Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia datang ke Masjid Al-Aqsa untuk melakukan Salat Ramadan pada Jumat malam ketika polisi mulai menembakkan granat setrum dan gas air mata. Serangan itu membuat warga Palestina melemparkan batu dan proyektil lainnya.
 
"Mereka ingin mengambil tempat yang bukan milik mereka," katanya kepada AFP, merujuk pada tindakan Israel di situs tersuci ketiga Islam, yang juga dihormati oleh orang Yahudi yang menyebutnya Temple Mount.
 
Israel bersikeras bahwa mereka berkomitmen pada hak-hak Muslim untuk beribadah di Al-Aqsa. Tetapi mereka berdalih telah dipaksa untuk menekan kerusuhan di kompleks yang dihasut oleh warga Palestina.
 
Kelompok hak asasi Amnesty International berpendapat bahwa "pasukan Israel telah berulang kali mengerahkan kekuatan yang tidak proporsional dan melanggar hukum untuk membubarkan pengunjuk rasa selama penggerebekan dengan kekerasan di Masjid Al-Aqsa".
 
Lebih dari 700 warga Palestina, dan puluhan polisi Israel, telah terluka sejak Jumat dalam kekerasan di Al-Aqsa dan di bagian lain Yerusalem timur.
 
Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Ezzedine menolak memberikan nama belakangnya karena dia menyelinap ke Yerusalem secara ilegal untuk salat.
 
Direktur Jenderal Rumah Sakit Makassed Adnan Farhoud mengatakan, rumah sakit tersebut telah menerima lebih dari 200 pasien sejak kerusuhan dimulai.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif