Seorang warga memakai masker di Jalur Gaza. (AFP)
Seorang warga memakai masker di Jalur Gaza. (AFP)

Kasus Covid-19 di Gaza Melonjak, Harus Lockdown?

Internasional Virus Korona jalur gaza covid-19 pandemi covid-19
Willy Haryono • 22 November 2020 12:03
Gaza: Jalur Gaza mencatat lonjakan kasus harian virus korona (covid-19). Kementerian Kesehatan Gaza mencatat ada tambahan 891 infeksi baru covid-19 dalam 24 jam terakhir hingga Sabtu, 21 November.
 
Lewat tambahan kasus tersebut, total infeksi covid-19 di Gaza kini mencapai 5.036 dengan 62 kematian. Sementara jumlah pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit Gaza mencapai 332, dengan 78 di antaranya berada dalam kondisi serius.
 
Dari total 62 kematian akibat covid-19 di Gaza, banyak di antaranya berasal dari deretan kasus covid-19 dalam dua bulan terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemenkes Gaza tidak merilis data mengenai berapa banyak pasien covid-19 yang dipasangi alat ventilator. Namun menurut estimasi kasar, sekitar 40 hingga 50 persen ventilator di Gaza sedang digunakan pasien covid-19.
 
"Situasi di sini begitu kritis dan tidak diragukan lagi Jalur Gaza membutuhkan intervensi pihak luar dalam hal medis dan kemanusiaan," ujar anggota dari sistem kesehatan di Gaza kepada kantor berita Haaretz pada Minggu, 22 November 2020.
 
Baca:Covid-19 Muncul di Tengah Masyarakat Umum Gaza
 
Ia mengatakan bahwa tim profesional dan politisi di Gaza berbeda pendapat mengenai beberapa isu terkait pandemi covid-19, termasuk soal kebijakan penguncian (lockdown). Ada kekhawatiran lockdown dapat membuat sebagian besar warga Gaza, yang hidup di bawah garis kemiskinan, semakin menderita.
 
"Bayangkan seorang ayah dari tujuh atau delapan anak tidak mampu membelikan masker bagi mereka. Harga masker berkisar satu shekel," ujar staf kesehatan tersebut.
 
Organisasi Al Mezan Center for Human Rights di Gaza melaporkan bahwa ribuan pekerja harian di Gaza telah kehilangan pekerjaan mereka dalam beberapa bulan terakhir karena terpuruknya ekonomi yang terimbas covid-19.
 
Masih dari keterangan organisasi tersebut, sekitar 80 persen keluarga di Gaza menggantungkan harapan pada bantuan donatur dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif