Keindahan struktur Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Foto: AFP
Keindahan struktur Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Foto: AFP

Turki Tunda Keputusan Ubah Hagia Sophia Menjadi Masjid

Internasional turki
Fajar Nugraha • 03 Juli 2020 10:06
Istanbul: Pengadilan Turki pada Kamis 2 Juli memutuskan untuk menunda keputusan mengubah Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.. Dewan Negara Turki mengatakan, akan membuat keputusan dalam 15 hari, setelah sidang yang berlangsung hanya 17 menit.
 
Situs Warisan Dunia UNESCO yang berusia 1.500 tahun ini awalnya adalah katedral Ortodoks Yunani sebelum menjadi masjid dan kemudian menjadi museum pada 1930-an. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan perubahan selama kampanye pemilu tahun lalu.
 
Baca: Polemik Perubahan Aya Sophia Menjadi Masjid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepeti dilansir BBC, Jumat, 3 Juli 2020, kelompok Islamis di Turki telah lama menyerukan agar situs itu dikonversi, tetapi anggota oposisi sekuler menentang langkah itu. Proposal ini mengundang kecaman internasional, dari para pemimpin agama dan politik di seluruh dunia.
 
Bahkan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Rabu mendesak Erdogan untuk tidak mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Dia mengatakan bekas katedral Istanbul itu harus tetap terbuka untuk semua.
 
"Kami mendesak pemerintah Turki untuk terus mempertahankan Aya Sophia sebagai museum, sebagai contoh komitmennya untuk menghormati tradisi agama dan beragam sejarah yang berkontribusi pada Turki, dan untuk memastikannya tetap dapat diakses oleh semua orang," Kata Pompeo.
 
“Amerika Serikat memandang perubahan dalam status Hagia Sophia sebagai mengurangi warisan bangunan yang luar biasa ini dan kemampuannya yang tak tertandingi, untuk melayani umat manusia sebagai jembatan yang sangat dibutuhkan antara mereka yang memiliki tradisi agama yang berbeda dan budaya," imbuhnya dalam sebuah pernyataan Rabu.
 
Baca: Menlu AS Desak Turki Tetapkan Aya Sophia sebagai Museum.
 
Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat berharap untuk mempertahankan dialog dengan Turki tentang pelestarian situs-situs keagamaan dan budaya.
 
Uskup Agung Istanbul Uskup Sahak Mashalian telah mendukung gagasan untuk memulihkan status Hagia Sophia sebagai tempat ibadah, tetapi telah mendesak untuk mengalokasikan ruang bagi umat Kristen.
 
Bulan lalu, lembaga-lembaga seperti In Defense of Christians, the Armenian National Committee of America dan the Hellenic American Leadership Council meminta UNESCO untuk bertindak atas maksud Turki. Mereka menduh Turki terus-menerus melanggar status Hagia Sophia sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan mengubah museum menjadi masjid.
 

(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif