Pesawat jet tempur F-35 milik Angkatan Udara Israel. (AFP)
Pesawat jet tempur F-35 milik Angkatan Udara Israel. (AFP)

Balas Peluncuran Dua Roket, Israel Gempur Terowongan Hamas

Internasional palestina israel palestina jalur gaza israel palestina israel hamas
Willy Haryono • 18 Januari 2021 16:03
Tel Aviv: Militer Israel mengatakan bahwa beberapa pesawat jet tempur mereka telah menghantam sejumlah fasilitas milik kelompok Hamas di Jalur Gaza pada Senin, 18 Januari 2021. Israel menyebut, serangan tersebut merupakan balasan atas peluncuran dua roket yang datang dari arah Gaza menuju area dekat kota Ashdod.
 
"Merespons serangan tersebut, jet tempur kami menyerang beberapa target militer Hamas di Jalur Gaza, termasuk situs penggalian terowongan," ujar militer Israel, dikutip dari laman Al Arabiya.
 
Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang ditimbulkan dua roket milik Hamas. Namun menurut keterangan beberapa sumber militer Israel, kedua roket itu jatuh di Laut Mediterania.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara beberapa sumber Palestina di Gaza mengatakan, serangan jet tempur Israel mengenai "lahan pertanian" di selatan Khan Yunis. Serangan hanya menimbulkan kerusakan dan tidak menewaskan atau melukai siapapun.
 
Terkait peluncuran dua roket dari Gaza, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Selain Hamas, terdapat sejumlah grup lain yang beroperasi di Gaza.
 
Mengenai Hamas, hubungan kelompok tersebut dengan Otoritas Palestina (PA) di Tepi Barat mulai membaik. Keduanya sudah sepakat untuk menggelar pemilihan umum legislatif dan presiden pada Mei dan Juli mendatang -- pertama dalam 15 tahun terakhir.
 
Baca:  Dinanti Bertahun-tahun, Abbas Umumkan Jadwal Pemilu Palestina
 
Pengumuman mengenai dua pemilu Palestina tersebut disampaikan Presiden PA Mahmoud Abbas pada Jumat kemarin.
 
Berusia 85 tahun, Abbas yang merupakan pemimpin dari gerakan Fatah, terpilih sebagai presiden Palestina pada 2005 usai meninggalnya sang pendahulu, Yasir Arafat.
 
Beberapa analisi meyakini Abbas sedang berusaha memperbarui legitimasinya di mata komunitas internasional, terutama menjelang dilantiknya Biden sebagai presiden ke-46 di AS. Abbas disebut-sebut ingin menjalin hubungan baik dengan AS dan juga kembali bernegosiasi dengan Israel.
 
Terakhir kalinya pemilu Palestina digelar terjadi pada 2006. Kala itu, kelompok Hamas mengalahkan Fatah dalam Pemilu Dewan Legislatif, yang berujung pada skema pembagian kekuasaan selama 1,5 tahun.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif