Aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang tinggal di Jalur Gaza, Abdillah Onim, dalam keterangan video kepada Medcom,id pada Selasa malam, 11 Mei 2021. (Abdillah Onim)
Aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang tinggal di Jalur Gaza, Abdillah Onim, dalam keterangan video kepada Medcom,id pada Selasa malam, 11 Mei 2021. (Abdillah Onim)

Peluncuran Rudal dari Gaza Bentuk Dukungan untuk Masjid Al-Aqsa

Internasional Palestina israel palestina Gaza Israel hamas
Willy Haryono • 12 Mei 2021 08:54
Gaza: Pejuang Palestina di Jalur Gaza terus meluncurkan roket dan rudal ke arah Israel di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua kubu dalam beberapa hari terakhir. Israel membalas peluncuran rudal ini dengan serangan udara.
 
Aksi saling serang antara pejuang Palestina di Jalur Gaza dan Israel sejauh ini telah menewaskan 35 orang.
 
Konflik terbaru dipicu ketegangan antara Palestina dan Israel atas beragam isu dalam beberapa pekan terakhir, termasuk rencana penggusuran sejumlah keluarga di Sheikh Jarrah dan penyerbuan pasukan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  35 Orang Tewas dalam Aksi Saling Serang Israel dan Hamas
 
"Kenapa para pejuang Palestina serentak meluncurkan rudal ke Israel? Karena ini adalah bentuk dukungan pejuang Palestina untuk Masjid Al-Aqsa," ucap Abdillah Onim, aktivis kemanusiaan asal Indonesia yang menetap di Jalur Gaza, dalam keterangan video kepada Medcom.id pada Selasa malam, 11 Mei 2021.
 
"Para pejuang ini tinggal di tanah Palestina, sehingga mereka mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kiblat pertama Islam dunia, Masjid Al-Aqsa," sambungnya, yang mengatakan hingga kini pasukan Israel masih berjaga-jaga di sekitar kompleks masjid tersebut.
 
Peluncuran roket dari Gaza dan serangan udara Israel telah berlangsung selama dua hari hingga Selasa malam. Menurut Abdillah Onim, atau akrab disapa Bang Onim, mayoritas dari korban tewas dan luka adalah anak-anak.
 
Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, dari total korban tewas serangan udara Israel sejauh ini, 9 di antaranya adalah anak-anak.
 
"Sudah lebih dari 100 warga Gaza juga terluka akibat terkena serpihan rudal atau tertimpa reruntuhan rumah," ucap Bang Onim.
 
Hingga saat ini, lanjut Bang Onim, belum ada langkah signifikan dari komunitas internasional mengenai konflik terbaru di Timur Tengah. Negara-negara dunia, termasuk yang ada di kawasan Timteng, dinilai belum terlalu berperan dalam memediasi konflik Palestina dan Israel.
 
Akhir kata, Bang Onim meminta masyarakat Indonesia untuk selalu mendoakan Palestina.
 
"Jangan pernah lupa untuk mendoakan saudara-saudara kita di palestina. Jika terjadi konflik seperti ini, yang jadi korban selalu warga sipil, anak-anak. Dalam konflik seperti ini, rumah dan fasilitas umum milik masyarakat selalu hancur berantakan," ungkapnya.
 
"Semoga p[alestina segera bisa meraih kemerdekaan. Semoga ada perdamaian di Palestina, yang begitu didambakan banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia. Mendukung palestina adalah bagian dari kemanusiaan," pungkasnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif