Penanganan malaria di benua Afrika tetap berlanjut di tengah pandemi covid-19. (Yanick Folly/AFP)
Penanganan malaria di benua Afrika tetap berlanjut di tengah pandemi covid-19. (Yanick Folly/AFP)

WHO: Malaria Berpotensi Memburuk di Tengah Pandemi Covid-19

Internasional Virus Korona malaria WHO covid-19
Willy Haryono • 30 November 2020 12:03
Jenewa: Kurangnya pendanaan serta terganggunya proses penanganan penyakit malaria di kawasan sub-Sahara Afrika akibat pandemi virus korona (covid-19) berisiko menelan puluhan ribu jiwa. Peringatan tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan tahunnya mengenai malaria pada Senin, 30 November 2020.
 
"Gangguan (penanganan malaria) yang bersifat moderat pun dapat berujung pada hilangnya banyak nyawa," kata WHO, dikutip dari laman Al Jazeera.
 
Dalam laporan WHO disebutkan, 10 persen gangguan dalam penanganan efektif penyakit malaria di sub-Sahara Afrika dapat berujung pada tambahan 19 ribu kematian. Angkanya dapat bertambah menjadi 46 ribu jika level gangguan mencapai 25 persen, dan 100 ribu jika gangguannya 50 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemajuan (penanganan malaria) relatif tersendat," kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.
 
"Covid-19 dapat semakin mengganggu upaya memberantas malaria, terutama dalam mengobati mereka yang sudah terkena penyakit tersebut," sambungnya.
 
Baca:  Tantangan Pemerintah Menghadapi Malaria saat Pandemi Covid-19
 
Moeti menyerukan komunitas global berbuat lebih banyak dalam berkontribusi terhadap sumber daya yang dibutuhkan untuk program penanganan malaria. Ia menegaskan kontribusi sekecil apapun dapat membuat perbedaan terhadap hidup dan mati seseorang.
 
Laporan terbaru WHO mengenai malaria, sebuah penyakit yang dapat dicegah dan diobati, memperlihatkan kemajuan. Rata-rata penambahan penyakit malaria, terutama di benua Afrika, sudah relatif menurun saat pandemi covid-19 muncul pada akhir 2019 dan awal 2020.
 
Pada 2019, terdapat 229 juta kasus malaria di seluruh dunia. Angka tahunan tersebut relatif tidak berubah dalam empat tahun terakhir. Sebanyak 409 ribu orang tewas akibat malaria di 2019 dibanding 411 ribu satu tahun sebelumnya.
 
WHO menegaskan, pendanaan merupakan salah satu masalah utama dalam penanganan malaria di kancah global.
 
Di tahun 2000, jajaran petinggi Afrika menandatangani Deklarasi Abuja. Mereka semua bertekad mengurangi angka kematian akibat malaria di Afrika hingga 50 persen untuk 10 tahun ke depan.
 
Komitmen politik itu diikuti peningkatan pendanaan di level domestik dan internasional, yang membantu mengurangi angka kematian akibat malaria di Afrika hingga 44 persen.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif