Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. (Jack Guez / AFP)
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. (Jack Guez / AFP)

Israel Tegaskan Tak Mau Terikat dengan Perjanjian Nuklir Iran

Internasional nuklir iran Iran Israel donald trump Naftali Bennett JCPOA
Medcom • 24 November 2021 16:15
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengisyaratkan kesiapan negaranya untuk meningkatkan konfrontasi dengan Iran terkait program nuklir di Teheran.  Israel menegaskan tidak akan pernah mau terikat oleh kesepakatan nuklir baru yang mungkin disepakati Iran dan kekuatan-kekuatan dunia di masa mendatang.
 
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 24 November 2021, negosiasi untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir Iran 2015 akan dimulai pada 29 November mendatang. Perjanjian tersebut -- Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) -- runtuh setelah Amerika Serikat menarik diri secara sepihak pada 2018.
 
AS menarik diri karena menilai JCPOA saja tidak cukup untuk menghentikan Iran yang mungkin saja mengembangkan senjata nuklir di masa mendatang. Israel memiliki pandangan yang sama dengan AS saat Washington masih dipimpin Donald Trump.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iran, yang menyangkal hendak mengembangkan senjata nuklir, mulai melanggar kesepakatan JCPOA dengan meningkatkan pengayaan uranium sejak penarikan diri AS.
 
Baca:  Iran Ingin Jaminan AS Tidak Akan Keluar Lagi dari Perjanjian Nuklir 2015
 
Bennett, yang mengambil alih kekuasaan di Israel pada Juni lalu, mengatakan bahwa Iran telah mencapai "tahap paling maju dari pengembangan program nuklirnya."
 
Meski pemerintah Israel sebelumnya bersedia membuka diri terhadap kesepakatan nuklir baru dengan Iran, Bennett menegaskan negaranya memiliki otonomi untuk mengambil tindakan terhadap musuh bebuyutannya.
 
"Kami tengah menghadapi masa-masa yang rumit. Ada kemungkinan nantinya kami akan berselisih paham dengan teman-teman terbaik," kata Bennett dalam sebuah konferensi yang digelar oleh Universitas Reichman.
 
"Bagaimanapun, bahkan jika nantinya (JCPOA dihidupkan) kembali, Israel tentu saja bukan pihak yang termasuk dalam kesepakatan itu, sehingga kami tidak wajib untuk mematuhinya," tambah Bennett. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif