Pangeran Al-Waleed bin Khalid Al-Saud yang koma 15 tahun. Foto: The New Arab
Pangeran Al-Waleed bin Khalid Al-Saud yang koma 15 tahun. Foto: The New Arab

Populer Internasional: Pangeran Arab Saudi Siuman, Warga Korsel Hingga Prabowo di Prancis

Internasional arab saudi prabowo korea selatan
Fajar Nugraha • 23 Oktober 2020 08:58
Jakarta: Selama 15 tahun, Pangeran Al-Waleed bin Khalid Al-Saud koma. Namun pekan lalu dia menggerakkan tangannya menanggapi seseorang yang berbicara di samping tempat tidurnya.
 
Perkembangan baru ini akhirnya mengisyaratkan harapan untuk keluarganya minggu ini. 'Sleeping Prince' dimana sosial media mengenal Pangeran Al-Waleed, sudah menggunakan ventilator sejak 2005 setelah menderita pendarahan otak selama kecelakaan mobil saat belajar di perguruan tinggi militer. Kabar mengenai Pangeran Al-Waleed ini menjadi berita teratas di Internasional Medcom.id.
 
Selain itu, berita mengenai warga Korea Selatan (Korsel) yang meninggal usai vaksin flu bertambah. Namun pemerintah tetap akan melakukan penyuntikan vaksin tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kabar mengenai kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Prancis turut menjadi perhatian. Berikut berita yang menjadi teratas di Medcom.id:

1.Koma Selama 15 Tahun, Pangeran Saudi Tiba-tiba Angkat Jari

Pangeran Al-Waleed bin Khalid Al-Saud menggerakkan tangannya menanggapi seseorang yang berbicara di samping tempat tidurnya.
 
Sebuah video yang muncul online menunjukkan interaksi yang diberikan oleh Pangeran Al-Waleed. "Halo, hai," kata orang itu kepada pangeran, mendorongnya untuk mengangkat dua jari.
 
Terakhir kali gerakan tersebut terjadi lima tahun lalu pada 2015. 'Sleeping Prince' dimana sosial media mengenal Pangeran Al-Waleed, sudah menggunakan ventilator sejak 2005 setelah menderita pendarahan otak selama kecelakaan mobil saat belajar di perguruan tinggi militer.
 
Bagaimana kondisi Pangeran Al-Waleed? Selanjutnya di sini.


2.Warga Korsel yang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Flu Bertambah

Warga Korea Selatan meninggal karena menerima vaksin flu terus bertambah. Hingga saat ini korban tewas sudah mencapai 25 orang.
 
Angka ini semakin meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan vaksin di masyarakat. Namun pihak pemerintah menetapkan akan terus melakukan vaksinasi tersebut.
 
Dilansir dariChannel News Asia, Kamis, 22 Oktober 2020, tidak ada zat beracun yang ditemukan dalam vaksin.
 
Meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin menjadi tantangan utama bagi banyak negara tahun ini. Terdapat sejumlah negara yang dinilai terburu-buru dalam menyetujuivaksin covid-19 sebelum faktor keamanannya telah teruji.
 
Bagaimana kelanjutan vaksinasi flu di Korea Selatan? Selanjutnya di sini.

3.Prabowo Inginkan Prancis Bantu Perkuat Alutsista TNI

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, di Kantor Kementerian Pertahanan Prancis di Paris pada 21 Oktober 2020. Kedua Menhan membahas perkembangan situasi dan dinamika kawasan Indo-Pasifik.
 
Kedua Menhan secara khusus membahas kerangka kerja sama pertahanan ke depan. Berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam mempererat kerja sama pertahanan kedua negara tahun ini, termasuk dalam upaya memajukan industri pertahanan Indonesia.
 
Apa bentuk kerja sama lain yang disepakati oleh Prabowo? Selanjutnya di sini.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif