Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang di Bandara Internasional Mohammed V, Casablanca, Maroko, 3 Maret 2020. (FADEL SENNA / AFP)
Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang di Bandara Internasional Mohammed V, Casablanca, Maroko, 3 Maret 2020. (FADEL SENNA / AFP)

Maroko Tangkap Seorang Aktivis Uighur atas Permintaan Tiongkok

Internasional Tiongkok maroko uighur Interpol
Willy Haryono • 28 Juli 2021 09:10
Casablanca: Otoritas Maroko telah menangkap seorang aktivis Uighur atas dasar surat perintah penangkapan Tiongkok yang didistribusikan Kepolisian Internasional (Interpol). Sejumlah aktivis menilai penangkapan aktivis yang diduga bernama Yidiresi Aishan itu bermotif politik.
 
Mereka juga khawatir aktivis tersebut dapat segera diekstradisi ke Tiongkok.
 
Direktorat Keamanan Nasional Maroko mengonfirmasi bahwa seorang warga Tiongkok telah ditangkap begitu mendarat di Bandara Internasional Mohammed V di kota Casablanca pada 20 Juli lalu. Kala itu, ia bertolak ke Maroko dari Istanbul, Turki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Ia) adalah subjek adalah surat red notice yang dikeluarkan Interpol atas dugaan keterlibatan dengan sebuah organisasi teroris," ucap Direktorat Keamanan Nasional Maroko, dilansir dari laman The Guardian, Rabu, 28 Juli 2021.
 
Direktorat mengonfirmasi bahwa red notice -- jenis surat Interpol untuk memburu orang paling dicari -- dirilis atas permintaan Tiongkok yang berniat mengekstradisi aktivis tersebut.
 
Maroko langsung menghubungi Interpol dan juga otoritas Tiongkok begitu aktivis Uighur tersebut ditangkap di bandara. Ekstradisi ke Tiongkok masih harus melewati serangkaian prosedur hukum di pengadilan.
 
Kepolisian Maroko tidak mengumumkan nama aktivis Uighur tersebut. Namun organisasi nirlaba Safeguard Defenders mengidentifikasinya sebagai Yidiresi Aishan. Organisasi tersebut dikenal sebagai spesialis dalam kasus-kasus penahanan individu terkait Tiongkok.
 
Aishan, pria 33 tahun dan ayah dari tiga anak, berada di Turki sejak 2012. Di sana, ia bekerja sebagai desainer web dan aktivis, menurut keterangan seorang teman dan kolega bernama Abduweli Ayup.
 
Selain sebagai desainer web, Aishan juga bekerja untuk sebuah surat kabar daring terkait diaspora Uighur. Ia diketahui sering membantu aktivis-aktivis lainnya via media, dan mengumpulkan beragam testimoni mengenai dugaan perlakuan buruk Tiongkok terhadap Uighur di provinsi Xinjiang.
 
Baca:  Tiongkok Vonis Mati Dua Mantan Pejabat Etnis Uighur
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif