Kilang minyak Aramco di Arab Saudi jadi incaran serangan Houthi. Foto: AFP
Kilang minyak Aramco di Arab Saudi jadi incaran serangan Houthi. Foto: AFP

Arab Saudi Sebut Serangan Houthi di Aramco sebagai Tindakan Pengecut

Internasional arab saudi pemberontak houthi saudi aramco
Fajar Nugraha • 25 November 2020 15:03
Riyadh: Pemberontak Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal jelajah terhadap fasilitas minyak di Jeddah, Arab Saudi.
 
Rudal itu menghantam tangki bahan bakar di fasilitas Saudi Arabian Oil Co atau biasa disebut Aramco. pada Senin pagi, dan seorang pejabat Kementerian Energi mengatakan serangan itu menyebabkan kebakaran. Fasilitas ini dekat Bandara Internasional King Abdulaziz.
 
Pada 2015, Houthi merebut Sanaa, ibu kota Yaman. Sejak itu, koalisi yang dipimpin Saudi telah memerangi pemberontak, mengakibatkan bencana kemanusiaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Houthi telah menggunakan rudal jelajah terhadap target Arab Saudi sebelumnya melaporkan, dengan PBB dan pejabat Barat menuduh Iran memasok senjata, teteapi tuduhan yang dibantah Teheran.
 
“Serangan rudal itu pengecut. Serangan tidak hanya menargetkan kerajaan, tetapi juga menargetkan pusat saraf pasokan energi dunia dan keamanan negara itu serta ekonomi global,” jelas Juru Bicara Pasukan Koalisi Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, seperti dikutip Yahoo News, Rabu 25 November 2020.
 
Sebelumnya, juru bicara Houthi, Yahya Saree lewat akun Twitter mengatakan, pasukan mereka menyerang pusat distribusi Aramco menggunakan rudal Quds 2. Saree menambahkan, rudal itu berhasil dikerahkan dalam operasi sebelum diumumkan jatuh dalam wilayah Arab Saudi.
 
Menurutnya, serangan itu tepat sasaran. Ia memperlihatkan gambar satelit berlabel 'pabrik Saudi Aramco' dalam unggahannya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif