Seorang prajurit Israel duduk di atas tank tempur Merkava Mark IV dalam sebuah latihan di Dataran Tinggi Golan pada 9 Mei 2021. (JALAA MAREY / AFP)
Seorang prajurit Israel duduk di atas tank tempur Merkava Mark IV dalam sebuah latihan di Dataran Tinggi Golan pada 9 Mei 2021. (JALAA MAREY / AFP)

Israel Diduga Hanya Memancing Hamas Lewat Kabar Invasi Darat

Internasional Palestina israel palestina Gaza Israel hamas
Willy Haryono • 15 Mei 2021 12:31
Tel Aviv: Militer Israel mengumumkan pada Jumat dini hari, 14 Mei 2021, bahwa pasukan darat mereka mulai "menyerang Jalur Gaza." Pengumuman disampaikan via Twitter, dalam pesan tertulis kepada jajaran awak media, dan konfirmasi on-the-record dari juru bicara militer Israel.
 
Beberapa kantor berita internasional, termasuk The New York Times, langsung menginformasikan masyarakat dunia bahwa invasi pasukan darat Israel sedang berlangsung.
 
Namun dalam hitungan jam, Israel mengoreksi laporan tersebut. Israel menegaskan tidak pernah ada invasi ke Jalur Gaza. Israel hanya mengatakan bahwa pasukan darat mereka menembaki target di Gaza dari area dalam negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jubir militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus, mengaku bertanggung jawab atas kebingungan yang ditimbulkan terkait kabar invasi pasukan darat. Menggunakan Bahasa Inggris, Conricus mengaku telah keliru memahami informasi "dari lapangan" dan merilisnya tanpa memverifikasinya secara benar.
 
Baca:  Israel Tingkatkan Serangan Udara ke Gaza, Libatkan Pasukan Darat
 
Namun beberapa kantor berita Israel melaporkan bahwa pengumuman invasi tersebut disengaja dan bukan merupakan kesalahan. Menurut beberapa media itu, militer Israel ingin mengelabui kelompok Hamas untuk berpikir bahwa invasi sedang berlangsung di Jalur Gaza.
 
Tujuannya, agar lebih banyak anggota Hamas keluar dari persembunyian dan menghadapi pasukan darat Israel.
 
Beberapa media Israel yang berbahasa Ibrani memuji taktik militer Israel. Taktik semacam itu dinilai mampu memancing Hamas untuk bergerak ke jaringan terowongan di Jalur Gaza bagian utara, yang kemudian langsung digempur serangan udara dari 160 pesawat jet tempur Israel.
 
"Inilah cara untuk menjadikan terowongan-terowongan itu sebagai perangkap mematikan bagi para teroris di Jalur Gaza," ucap seorang reporter dari saluran berita Israel, Channel 12.
 
Merespons laporan tersebut, Conricus menegaskan pengumuman invasi tersebut bukan sebuah taktik. Ia menegaskan dirinya tidak pernah berusaha mengelabui awak media atau siapapun.
 
Kendati begitu ia mengonfirmasi pasukan Israel memang terkadang menggunakan taktik untuk mengelabui Hamas. Salah satu taktik yang biasa digunakan adalah menggerakkan kendaraan lapis baja di perbatasan agar suara bisingnya dianggap Hamas sebagai tanda-tanda berlangsungnya invasi pasukan darat Israel.
 
Singkat kata, Conricus membantah telah memanfaatkan media-media internasional untuk menjalankan taktik 'invasi palsu' untuk mengelabui Hamas.
 
Daniel Estrin, koresponden media NPR di Yerusalem, mengaku kesal atas situasi ini. "Jika (militer Israel) memanfaatkan kami, maka itu adalah hal yang tidak dapat diterima. Jika tidak, lalu mengapa media-media Israel melaporkan bahwa kami semua telah ditipu?" ungkapnya kesal.
 
Ketegangan antara pasukan Israel dan Hamas masih berlangsung. Hingga Jumat malam, setidaknya 126 warga Palestina, termasuk sejumlah anak-anak, tewas dalam rangkaian serangan udara Israel.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif