Arab Saudi terapkan sistem haji terbatas. Foto: AFP
Arab Saudi terapkan sistem haji terbatas. Foto: AFP

Dukungan Untuk Arab Saudi Buka Haji Terbatas

Internasional arab saudi haji
Fajar Nugraha • 23 Juni 2020 12:45
Jeddah: Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja sama Islam (OKI), Dr. Youssef bin Ahmed Al-Othaimeen, menyambut baik keputusan Kerajaan Arab Saudi untuk mengadakan Haji tahun ini. Namun pelaksanaan Haji di 1441 Hijriah ini dilakukan dengan jumlah yang sangat terbatas.
 
Baca: Saudi akan Gelar Ibadah Haji yang 'Sangat Terbatas'.
 
Bagi tiap warga asing yang sudah berada di Arab Saudi, akan diberikan izin melaksanakan ibadah haji. Cara ini diambil agar ibadah berlangsung dengan aman dan memastikan keselamatan setiap orang dari ancaman pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“OKI mendukung keputusan pemerintahan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud yang sejalan dengan semua tindakan pencegahan dan pencegahan yang dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi,” ujar Sekjen Al-Othaimeen, seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA), Selasa, 23 Juni 2020.
 
“Kami menghargai pelayanan terbaik yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk kesehatan dan keselamatan para jemaah,” imbuh Al-Othaimeen.
 
Dukungan juga ditunjukkan oleh Liga Muslim Dunia yang mengeluarkan pernyataan atas nama para ulama di bawah payung Dewan Tertinggi Liga, Dewan Fikih Islam dan Dewan Tertinggi Masjid Dunia. Mereka mendukung langkah-langkah penuh kehati-hatian yang diambil oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk haji tahun ini.
 
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal Liga dan Ketua Asosiasi Cendekiawan Muslim Syekh Dr. Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa atas nama lembaga-lembaga Liga tersebut dan ‘atas nama Asosiasi Cendekiawan Muslim” dan "Asosiasi Universitas Islam’, mengatakan bahwa keadaan darurat novel pandemi korona merupakan kasus luar biasa yang harus diambil Syariah dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan, untuk menjaga keamanan para peziarah.
 
Pernyataan itu melanjutkan bahwa Liga menerima kontak sejumlah mufti senior dan cendekiawan dunia Islam segera setelah dikeluarkannya keputusan yang Pemerintah Arab Saudi ini. Para cendekiawan negara itu menegaskan kebijaksanaannya sebagai tindakan pencegahan yang diperlukan oleh keperluan hukum, mengingat hal ini mengkhawatirkan, pandemi masih merupakan risiko yang signifikan.
 
Dalam pengumuman Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa jemaah dari berbagai negara yang sudah ada di Saudi boleh menunaikan haji. Namun Saudi tidak menyebutkan berapa orang yang boleh menunaikan haji tahun ini.
 
"Sudah diputuskan bahwa haji tahun ini digelar dalam jumlah yang sangat terbatas dengan berbagai kewarganegaraan," tulis laporan diSaudi Press Agency, mengutip keterangan kementerian.
 
Sekitar 2,5 juta warga Muslim melakukan haji tahun lalu, tetapi skala dan penyebaran covid-19 yang sedang berlangsung di seluruh dunia menyebabkan orang tidak akan dapat melakukan perjalanan ke Kerajaan untuk ambil bagian.
 
Kementerian Haji mengatakan prioritas utama Arab Saudi adalah untuk selalu memungkinkan jamaah Muslim dapat melakukan haji dan umrah dengan aman dan nyaman.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif