Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi enggan bertemu dengan Joe Biden. Foto: AFP
Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi enggan bertemu dengan Joe Biden. Foto: AFP

Presiden Terpilih Iran Enggan Bertemu dengan Joe Biden

Internasional Amerika Serikat nuklir iran Iran joe biden Ebrahim Raisi
Fajar Nugraha • 22 Juni 2021 07:59
Teheran: Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi mendukung pembicaraan antara Iran dan enam kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015. Namun dia dengan tegas menolak pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, bahkan jika Washington menghapus semua sanksi.
 
Dalam konferensi pers pertamanya sejak dia terpilih pada Jumat, ulama garis keras itu mengatakan prioritas kebijakan luar negerinya adalah meningkatkan hubungan dengan tetangga-tetangga Iran di Teluk Arab, sambil menyerukan saingan regional Iran, Arab Saudi, untuk segera menghentikan intervensinya di Yaman.
 
Baca: Ebrahim Raisi, Tokoh Garis Keras yang Menjadi Presiden Iran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Raisi, yang dikenal sebagai seorang kritikus Barat yang keras, akan mengambil alih kekuasaan dari Hassan Rouhani yang lebih pragmatis pada 3 Agustus. Dia akan berkuasa ketika Iran berusaha untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir yang compang-camping dan menyingkirkan sanksi AS yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.
 
"Kami mendukung negosiasi yang menjamin kepentingan nasional kami. Amerika harus segera kembali ke kesepakatan dan memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan itu," kata Raisi, seperti dikutip AFP, Selasa 22 Juni 2021.
 
Negosiasi telah berlangsung di Wina, Austria sejak April untuk mencari tahu bagaimana Iran dan Amerika Serikat dapat kembali mematuhi pakta nuklir. Kesepakatan itu sebelumnya ditinggalkan Washington pada 2018 di bawah Presiden Donald Trump sebelum menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.
 
Iran kemudian melanggar batas kesepakatan pengayaan uranium, yang dirancang untuk meminimalkan risiko mengembangkan potensi senjata nuklir. Teheran telah lama membantah memiliki ambisi semacam itu.
 
Raisi mengatakan kebijakan luar negeri Iran tidak akan terbatas pada kesepakatan nuklir, menambahkan bahwa "semua sanksi AS harus dicabut dan diverifikasi oleh Teheran".
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif