Paramedis Palestina temukan jasad warga yang tertimbun di bawah puing rumah akibat serangan udara Israel. Foto: AFP.
Paramedis Palestina temukan jasad warga yang tertimbun di bawah puing rumah akibat serangan udara Israel. Foto: AFP.

AS Ajukan Keberatan, Pertemuan DK PBB tentang Israel-Palestina Mundur

Internasional Amerika Serikat pbb israel palestina Israel
Marcheilla Ariesta • 14 Mei 2021 12:23
New York: Dewan Keamanan PBB memastikan pertemuan terbuka membahas kekerasan antara Israel dan kelompok Hamas Palestina digelar pada Minggu, 16 Mei 2021. Keputusan ini diambil setelah keberatan Amerika Serikat jika pertemuan digelar hari ini.
 
Para diplomat mengatakan, bahkan Amerika Serikat pada awalnya menyarankan pertemuan publik secara virtual ini dapat diadakan Selasa pekan depan. AS diketahui merupakan sekutu dekat Israel.
 
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken berharap pertemuan akan ditunda beberapa hari. "Ini akan memungkinkan diplomasi memiliki efek dan melihat apakah benar-benar (eskalasi) mengalami penurunan," katanya dilansir dari AFP, Jumat, 14 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan Washington akan terus terbuka dan mendukung diskusi mengenai hal tersebut di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 
Ketegangan sudah memasuki hari kelima tanpa ada tanda-tanda akan mereda. Israel bahkan mengatakan mereka meningkatkan serangan udara dan menembakkan artileri ke Jalur Gaza.
 
Setidaknya 109 orang tewas di Gaza, termasuk 29 anak-anak, selama empat hari sebelumnya.
 
Sebelumnya, DK PBB sudah melakukan pertemuan dua kali secara pribadi mengenai konflik Israel-Palestina ini. Namun, sejauh ini para diplomat belum dapat menyetujui pernyataan publik bersama.
 
"Pernyataan seperti itu disetujui dengan konsensus, dan Amerika Serikat tidak percaya hal tersebut dapat membantu," imbuh mereka.
 
Baca juga: Israel Tingkatkan Serangan Udara ke Gaza, Libatkan Pasukan Darat
 
AS Bela Israel
 
Sementara itu, dalam pernyataannya kepada awak media, Presiden AS Joe Biden mendesak kekerasan dihentikan. Meski demikian, ia menganggap Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri.
 
"Ekspektasi dan harapan saya adalah (kekerasan) ini akan dihentikan sesegera mungkin, tapi Israel memiliki hak untuk mempertahankan diri," tuturnya.
 
Menurutnya, hak bertahan diri sah saja jika ada ratusan roket diterbangkan ke wilayah mereka.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif