NEWSTICKER
Proses penyemprotan disinfektan di Iran sebagai cara pencegahan virus korona. Foto: AFP
Proses penyemprotan disinfektan di Iran sebagai cara pencegahan virus korona. Foto: AFP

Pergerakan Warga Iran Dibatasi untuk Atasi Korona

Internasional Virus Korona iran Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 25 Maret 2020 19:08
Teheran: Pemerintah Iran telah menyiapkan rencana untuk memberlakukan pembatasan pergerakan orang di tengah pandemi virus korona covid-19. Negara itu termasuk daftar lima besar yang terbanyak pasien positif korona.
 
"Kemarin sebuah pertemuan dilakukan di markas besar pencegahan virus korona. Kami membahas perlunya memperkenalkan pembatasan baru," kata Presiden Iran Hassan Rouhani dikutip dari TASS, Rabu 25 Maret 2020.
 
"Draf sudah disiapkan, dana akan disetujui, kemudian diterbitkan," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Rouhani, rencana itu akan memaksakan pembatasan perjalanan kepada masyarakat, sehingga mereka kembali ke rumah sesegera mungkin. Namun, dia tidak menyampaikan detail lainnya.
 
Saat ini negara tersebut tidak memiliki batasan gerakan meskipun pihak berwenang telah berusaha mendesak warga untuk tidak melakukan perjalanan atau usaha di luar.
 
Kasus virus korona covid-19 pertama di Iran dikonfirmasi pada 19 Februari di Provinsi Qom. Semua sekolah di negara ini ditutup hingga akhir Maret. Sementara itu, banyak negara membatasi komunikasi dengan negara tersebut.
 
Kasus virus korona di Iran meliputi sejumlah pejabat tinggi, yakni Wakil Presiden Pertama Eshaq Jahangiri, Menteri Warisan Budaya, Kerajinan Tangan, dan Pariwisata Ali Asghar Mounesan, dan Menteri Perindustrian, Tambang dan Bisnis Reza Rahmani.
 
Dari data terbaru, sebanyak 24.811 kasus positif ada di negara tersebut. Sebanyak 1.934 diantaranya meninggal dunia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif