Raja Yordania Abdullah II. Foto: AFP.
Raja Yordania Abdullah II. Foto: AFP.

Raja Yordania Sebut Aneksasi Tepi Barat Perkuat Hamas

Internasional israel palestina
Marcheilla Ariesta • 19 Juni 2020 17:09
Amman: Raja Yordania Abdullah II mengatakan, rencana Israel mencaplok wilayah Tepi Barat Palestina hanya akan memperkuat kelompok Hamas. Dia menambahkan, Israel juga akan merusak hubungannya dengan negara-negara lain di kawasan.
 
Raja Abdullah II memimpin lobi menolak rencana Israel untuk menganeksasi permukiman Tepi Barat dan Lembah Yordan di bawah proposal perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Karenanya, dia membawa kasus tersebut ke Parlemen AS dalam beberapa pertemuan virtual pekan ini.
 
"Dia mendesak para anggota parlemen untuk memahami bahwa aneksasi akan memengaruhi kehidupan sehari-hari warga Palestina," kata salah seorang sumber dikutip dari Times of Israel, Jumat 19 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia juga khawatir jika hal ini bisa meradikalisasi warga Palestina dan Hamas akan mendapat manfaat dari aneksasi itu," imbuh sumber tersebut.
 
Hamas merupakan kelompok yang menguasai Jalur Gaza. Mereka merupakan pesaing utama faksi Fatah yang memimpin Otoritas Palestina saat ini.
 
Rencana aneksasi ini sebenarnya juga ditentang pejabat pertahanan Israel dan lainnya. Mereka khawatir aneksasi malah memicu protes keras yang berubah menjadi pemberontakan rakyat.
 
Permohonan Raja Abdullah II untuk memblokir proposal Israel tersebut muncul dua pekan sebelum tenggat waktu aneksasi, yakni pada 1 Juli mendatang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sendiri mengatakan akan terus melakukan rencana aneksasi walau ditentang banyak pihak.
 
Sementara itu Raja Abdullah II saat ini dilaporkan menolak berbicara dengan Netanyahu. Dia menuturkan telah mendorong warga Palestina untuk bernegosiasi dengan Israel terkait masalah ini.
 
"Secara terbuka Raja mengatakan bahwa pencaplokan Israel ini akan menjadi kesalahan terlebih jika mereka berharap untuk membangun hubungan di wilayah tersebut. Dia menambahkan masa depan sepenuhnya tergantung pada Israel," pungkas sumber tersebut.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif