Jet tempur F-15 milik Arab Saudi. Foto: AFP
Jet tempur F-15 milik Arab Saudi. Foto: AFP

Koalisi Arab Saudi Serang Houthi, 70 Warga Yaman Tewas

Internasional arab saudi Kekerasan Pemberontak Houthi Yaman
Fajar Nugraha • 22 Januari 2022 06:13
Kairo: Serangan udara oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman menewaskan sedikitnya 70 orang di sebuah penjara. Serangan juga melumpuhkan internet seluruh negara pada Jumat dalam eskalasi baru konflik di sana.
 
"Di kota utara Saada dekat perbatasan Arab Saudi, Rumah Sakit Republik telah menerima sekitar 70 orang tewas dan 138 terluka dan tidak dapat menampung lagi," kata Ahmed Mahat, kepala misi Doctors Without Borders di Yaman, dikutip dari The New York Times, Sabtu 22 Januari 2022.
 
“Masih banyak mayat di lokasi serangan udara, banyak orang hilang,” kata Mahat dalam sebuah pernyataan, mengutip seorang rekan Doctors Without Borders di Saada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak orang yang terbunuh. Tampaknya itu adalah tindakan kekerasan yang mengerikan," imbuh Mahaht.
 
Komite Palang Merah Internasional mengatakan, lebih dari 100 orang tewas atau terluka semalam di pusat penahanan sementara di Saada.
 
Palang Merah Internasional mengatakan para pekerja darurat masih menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari para korban seiring berjalannya waktu, kata Palang Merah. Siaran video di Al Mayadeen menunjukkan tim penyelamat berusaha memindahkan puing-puing di lokasi untuk membebaskan orang-orang yang terperangkap di puing-puing.
 
Media lokal yang terkait dengan Houthi, kelompok pemberontak yang didukung Iran yang mendominasi Yaman utara, menyalahkan koalisi pimpinan Saudi yang telah memerangi Houthi selama bertahun-tahun.
 
Meskipun kelompok-kelompok bantuan lebih berhati-hati dalam memberikan tanggung jawab, koalisi yang dipimpin Arab Saudi telah berulang kali mengebom pasukan dan wilayah Houthi. Hal itu termasuk sasaran sipil, selama perang dan telah meningkatkan serangannya selama seminggu terakhir.
 
Baca: Difasilitasi Houthi, WNI Ditahan di Yaman Komunikasi dengan Keluarga
 
Serangan udara koalisi lainnya Jumat pagi menghantam pusat telekomunikasi di kota pelabuhan Al Hudaydah, merusak infrastruktur internet utama dan membuat Yaman mengalami pemadaman internet, kata seorang pejabat kementerian telekomunikasi di provinsi Hadramout yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang. untuk berbicara tentang kejadian itu.
 
Negara itu kehilangan konektivitas internet mulai sekitar pukul 01:00 pada Jumat, 21 Januari 2020 menurut NetBlocks, sebuah kelompok pemantau internet, dan layanan belum dilanjutkan pada Jumat malam.
 
Koalisi yang dipimpin Saudi menanggapi serangan Houthi di U.A.E. dengan menyerang ibu kota yang dikuasai Houthi, Sana, pada Senin malam, dan membunuh apa yang dikatakan media Houthi setidaknya 20 orang, termasuk keluarga seorang jenderal militer Houthi. Pada Jumat, Mahat mengatakan serangan udara terbaru juga menghantam Sana dan bandaranya, dan bahwa kelompok bantuan tersebut telah menerima banyak laporan tentang serangan udara semalam di tempat lain di Yaman utara.
 
Tapi tampaknya tidak ada yang mematikan seperti serangan terhadap fasilitas penjara di Saada. Tidak ada informasi lain tentang para korban yang segera tersedia, tetapi selain warga Yaman, Houthi juga secara rutin menahan para migran Afrika yang berusaha menyeberang melalui Yaman dalam perjalanan mereka untuk mencari pekerjaan di Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif