Ilustrasi kehidupan di penjara. (Foto: AFP)
Ilustrasi kehidupan di penjara. (Foto: AFP)

Kerusuhan Penjara Iran Meletus di Tengah Pandemi Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Arpan Rahman • 31 Maret 2020 16:02
Teheran: Kerusuhan terjadi di sejumlah penjara Iran bagian selatan saat negara tersebut tengah sibuk menangani pandemi virus korona (covid-19). Salah satu kerusuhan terbaru terjadi di penjara Adel Abad di provinsi Fars.
 
Dilansir dari TIME, Selasa 31 Maret 2020, Gubernur Fars Enayatollah Rahimi mengatakan bahwa para narapidana telah menghancurkan kamera pengawas dan juga merusak dua bagian penjara yang menampung sekelompok kriminal terkait kejahatan berat.
 
Rahimi menambahkan, tidak ada satu pun orang yang terluka dan melarikan diri dalam kerusuhan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumat kemarin, kantor berita IRNA melaporkan adanya 70 narapidana yangn melarikan diri dari Penjara Saqqez di provinsi Kurdistan. Kala itu, puluhan narapidana memukuli sipir penjara, sebelum akhirnya melarikan diri. Beberapa narapidana memutuskan kembali ke penjara Saqqez tak lama setelahnya.
 
Iran telah membebaskan sekitar 100 ribu narapidana sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran covid-19. Mereka yang dibebaskan merupakan narapidana dari kasus-kasus pelanggaran ringan.
 
Sementara untuk narapidana kasus yang dianggap berat, mereka semua masih mendekam di penjara Iran. Jumlahnya diestimasi mencapai 50 ribu.
 
Sejak awal 2020, kerusuhan meletus di sejumlah penjara Iran di wilayah Aligudarz, Hamedan, dan juga Tabriz. Sejumlah kerusuhan itu juga tak jarang yang berujung aksi melarikan diri.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Selasa ini, total kasus covid-19 di Iran mencapai 41.495 dengan 2.757 kematian dan 13.911 pasien sembuh.
 
Covid-19 pertama kali muncul di Tiongkok pada akhir Desember 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, sebagian besar orang yang terjangkit covid-19 hanya menunjukkan gejala flu ringan, termasuk demam, pilek, dan batuk. Namun covid-19 juga dapat memicu gejala berat berujung kematian, terutama bagi pasien lanjut usia atau yang sudah memiliki masalah kesehatan tertentu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif