Bocah berusia 7 tahun berinisial MR yang ditelantarkan orangtua. Foto: KJRI Jeddah
Bocah berusia 7 tahun berinisial MR yang ditelantarkan orangtua. Foto: KJRI Jeddah

Bocah WNI Berusia 7 Tahun Dilantarkan di Jeddah Oleh Orangtuanya

Internasional arab saudi wni perlindungan wni
Fajar Nugraha • 25 November 2020 11:36
Jeddah: Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah mengantar kepulangan seorang bocah warga negara Indonesia (WNI) berusia 7 tahun berinisial MR yang ditelantarkan kedua orangtuanya sejak lahir di Arab Saudi.
 
Anak laki-laki kelahiran 2013 tersebut diketemukan KJRI Jeddah melalui laporan dari kepolisian wilayah Al-Mator Madinah, Arab Saudi. Atas arahan Kepala Kejaksaan Negeri Madinah, pihak kepolisian berkirim surat yang isinya meminta KJRI agar menjemput anak yang telantar tersebut.
 
Alhasil, pada 7 Juni 2020, Tim KJRI Jeddah mendatangi Polsek Al-Mator di Madinah untuk menjemput MR. MR ditempatkan sementara di shelter KJRI Jeddah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selama di shelter, dia diberikan buku-buku pelajaran sekolah yang sesuai usianya untuk mengisi waktu. Saat belajar, MR diasuh oleh staf KJRI Jeddah dan para PMI yang berada di shelter, supaya dia dapat mengenal huruf, belajar menulis dan membaca bacaan berbahasa Indonesia,” ujar pihak KJRI Jeddah, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu 25 November 2020.
 
“Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, bocah malang tersebut berada dalam pengasuhan seorang WNI perempuan berinisial HML. HML ditangkap aparat keamanan karena pelanggaran keimigrasian dan membawa anak orang lain tanpa dokumen kependudukan yang sah,” sebut keterangan KJRI.
 
Dari pengakuan HML, bocah itu merupakan anak dari Noviliyanti Abdul Hadis (NAH) yang dideportasi beberapa tahun sebelumnya oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena pelanggaran keimigrasian. NAH meninggalkan anaknya kepada HML untuk dirawat saat masih bayi hingga usia tujuh tahun.
 
Tim KJRI Jeddah berupaya mendalami rekam jejak NAH selama berada di Arab Saudi. Diperoleh informasi tambahan, NAH sebelumnya sempat mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) di KJRI Jeddah untuk pulang ke Indonesia pada masa pelaksanaan amnesti pemulangan warga asing ilegal dari Arab Saudi.
 
Ternyata, perempuan asal Pekalongan itu memilih tidak pulang dan menetap di Arab Saudi hingga 2015, sampai akhirnya dia terjaring razia dan dideportasi bersama dua anak perempuannya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif