Sebuah tank rusak yang ditinggalkan di wilayah Mekele, Tigray. Foto: AFP
Sebuah tank rusak yang ditinggalkan di wilayah Mekele, Tigray. Foto: AFP

Dikuasai Pemberontak, Ethiopia Lancarkan Serangan Udara di Tigray

Internasional konflik ethiopia Konflik Tigray
Medcom • 22 Oktober 2021 20:05
Tigray: Pemerintah Ethiopia mengatakan, angkatan udaranya menghancurkan sebuah pusat pelatihan militer di Mekele, Tigray, yang dikuasai pemberontak. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Dilansir dari Anadolu, Jumat, 22 Oktober 2021, serangan udara yang berlangsung selama tiga hari ini mendadak menghancurkan pusat pelatihan militer. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, sejumlah warga sipil terluka.
 
“Serangan udara itu menargetkan pusat pelatihan militer yang sebelumnya dimiliki oleh pemerintah federal,” kata Kementerian Layanan Komunikasi Ethiopia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat Senior Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) sekaligus mantan Menteri Komunikasi Ethiopia, Getachew Reda menuduh, pemerintah Ethiopia menargetkan warga sipil dalam upayanya guna menguasai wilayah yang diambil oleh pemberontak.
 
“Targetnya adalah tempat TPLF yang telah melatih dan mengorganisir para pejuang selama berbulan-bulan,” jelas Kementerian Layanan Komunikasi Ethiopia.
 
Getachew mengatakan, Angkatan Udara oleh Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed melakukan tiga upaya untuk menyerang sasaran di Mekelle. Ia menambahkan, para tentara tersebut tak berdaya dan menderita kerugian besar di mana-mana. 
 
TPLF pun menuduh Pemerintah Ethiopia menyerang daerah dekat Lachi di Mekelle, yang merupakan ibu kota Tigray dan lingkungan tempat tinggal warga sipil. Para warga disebut mengunggah berbagai video dan gambar di media sosial dan mengatakan, “cedera telah direkam.”
 
“Kami mengalami krisis kemanusiaan di sini. Orang-orang menderita dan hidup dalam ketakutan akan bom yang mungkin turun dari langit kapan saja,” ucap seorang guru dari Mekelle.
 
Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Farhan Haq pun menyatakan, warga sipil tak berdosa telah dirugikan dalam serangan udara minggu ini.
 
“Informasi awal dari lapangan menunjukkan bahwa warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, terluka, kami berusaha mengumpulkan lebih banyak informasi. Lebih dari 5,2 juta orang di Tigray membutuhkan bantuan penyelamatan jiwa,” ujar Haq.
 
Selain itu, TPLF menyampaikan pada Senin, 18 Oktober 2021, serangan udara oleh Angkatan Udara Ethiopia yang menargetkan pasar menewaskan tiga warga sipil. Namun, Pemerintah Ethiopia telah menolak klaim tersebut. (Nadia Ayu Soraya)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif