Mohsen Fakhrizadeh. (AFP/Khamenei.IR/Irib News Agency)
Mohsen Fakhrizadeh. (AFP/Khamenei.IR/Irib News Agency)

Afghanistan Kecam Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Internasional nuklir iran afghanistan iran israel Mohsen Fakhrizadeh
Willy Haryono • 30 November 2020 15:16
Kabul: Afghanistan mengutuk keras pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir ternama asal Iran, Mohsen Fakhrizadeh. Fakhrizadeh tewas diserang saat berada di dalam mobilnya di kota Absard, Iran pada Jumat kemarin.
 
Dalam sebuah pesan yang berisi kecaman atas pembunuhan terhadap Fakhrizadeh, Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengekspresikan simpati dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
 
"Kami juga turut bersimpati kepada masyarakat dan pemerintah Iran," ujar Kemenlu Afghanistan, dilansir dari laman Mehr News Agency pada Senin, 30 November 2020. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minggu kemarin, pemimpin Partai Kongres Nasional Afghanistan Abdul Latif Pedram telah menyampaikan pesan belasungkawa kepada Iran atas kematian Fakhrizadeh. Iran menuduh Israel berada di balik pembunuhan sang ilmuwan.
 
"Informasi mengenai kejadian ini membuktikan jejak-jejak rezim Zionis dalam pembunuhan ilmuwan di tengah peradaban kita ini," sebut Pedram, merujuk pada Israel.
 
Selain Afghanistan, kecaman atas kematian Fakhrizadeh juga disampaikan Uni Emirat Arab dan Yordania. Namun di waktu bersamaan, kedua negara itu menyerukan semua pihak untuk menahan diri dalam melakukan langkah-langkah yang dapat memperburuk ketegangan di kawasan.
 
UEA menyebut pembunuhan terhadap Fakhrizadeh sebagai aksi "keji" yang dapat memicu lebih banyak konflik di Timur Tengah. UEA menyerukan pihak-pihak terkait untuk berusaha maksimal dalam memastikan stabilitas di kawasan.
 
Kemenlu Yordania juga menyampaikan kecaman dan seruan serupa. Jubir Kemenlu Yordania menekankan "pentingnya menggabungkan semua kekuatan dalam upaya menurunkan keterangan, mencegah eskalasi di kawasan, serta melindungi keamanan dan stabilitas."
 
Sejumlah pihak di Iran bertekad akan membalaskan dendam Fakhrizadeh. Presiden Iran Hassan Rouhani juga melontarkan pernyataan serupa, namun menekankan bahwa aksi balas dendam itu akan dilakukan "pada waktu yang tepat."
 
Baca:  Pembunuhan Ilmuwan Nuklir, Iran Masih Buka Pintu Diplomasi

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif