Menhan Israel Benny Gantz. (AFP)
Menhan Israel Benny Gantz. (AFP)

Nasib Kasus Tuduhan Kejahatan Perang Menhan Israel Diputuskan Selasa Ini

Internasional Palestina israel palestina Belanda Jalur Gaza Israel hamas Benny Gantz
Medcom • 07 Desember 2021 13:55
Den Haag: Sebuah pengadilan banding di Belanda akan mengeluarkan putusan pada Selasa ini, 7 Desember 2021, terkait kasus tuduhan kejahatan perang terhadap Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Ia digugat seorang warga Palestina Belanda atas kematian enam kerabatnya dalam sebuah serangan udara Israel di Jalur Gaza pada 2014.
 
Ismail Ziada mengajukan gugatan perdata terhadap Gantz dan seorang mantan pejabat militer senior Israel. Ia berusaha mencari ganti rugi di bawah aturan yurisdiksi universal Belanda. Kasus ini sempat ditolak oleh pengadilan rendah Belanda pada Januari 2020.
 
Yurisdiksi universal memungkinkan negara-negara untuk memproses pelanggaran serius seperti kejahatan perang atau penyiksaan, tak peduli di mana pun itu terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun pengadilan rendah Belanda memutuskan bahwa prinsip yurisdiksi universal hanya berlaku untuk kasus pidana individu, bukan perdata.
 
Ziada mengajukan banding dengan alasan, "yurisdiksi universal harus diterapkan dalam kasus perdata jika tindakan yang dituduhkan melibatkan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional." 
 
Ia meminta hakim banding Belanda untuk membalikkan keputusan pengadilan rendah yang telah memberikan kekebalan kepada Gantz.
 
Gantz, seorang tentara yang menjadi politikus, merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata Israel saat terjadinya perang melawan kelompok pejuang Palestina di Jalur Gaza pada 2014.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, sekitar 2.200 warga Palestina tewas dalam perang tersebut. Sebanyak 1.500 di antaranya adalah warga sipil.
 
Baca:  Korban Serangan Udara Israel Mencapai 100 Orang
 
Ziada mengaku kehilangan enam kerabat saat rumah keluarganya di Gaza dibombardir serangan udara Israel pada Juni 2014. Dari keterangan pihak Israel, sebanyak 67 tentara dan lima warga sipil tewas dalam peperangan tersebut.
 
Gaza dikendalikan kelompok Hamas, yang dianggap negara-negara Barat sebagai organisasi teroris. Israel mengatakan bahwa Hamas, organisasi yang berdiri sejak 1987, sering membahayakan warga sipil dengan mengerahkan pejuang dan persenjataan ke area padat penduduk di Gaza.
 
Sementara itu, sejumlah kelompok hak asasi manusia menuduh Israel maupun Hamas sebagai pihak yang sama-sama melakukan kejahatan perang di tahun 2014. Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) saat ini tengah menyelidiki dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina, baik yang dilakukan pasukan Israel maupun sejumlah grup bersenjata di Gaza sejak Juni 2014. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif