Pemerintah Palestina akan menerapkan jam malam di Tepi Barat hingga 14 hari untuk cegah covid-19. Foto: AFP
Pemerintah Palestina akan menerapkan jam malam di Tepi Barat hingga 14 hari untuk cegah covid-19. Foto: AFP

Cegah Virus Korona, Otoritas Palestina Berlakukan Jam Malam

Internasional palestina Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 13 Juli 2020 07:56
Ramallah: Otoritas Palestina pada Minggu 12 Juli memberlakukan jam malam malam di Tepi Barat selama 14 hari mendatang untuk mencoba dan mengendalikan peningkatan angka virus korona. Larangan keluar rumah juga diberlakukan untuk akhir pekan.
 
"Perjalanan akan dilarang setiap hari dari jam 8 malam sampai 6 pagi di semua wilayah. Larangan juga diberlakukan dari Kamis malam hingga Minggu pagi,” ujar Juru Bicara Pemerintah Palestina Ibrahim Melhem mengatakan pada konferensi pers, seperti dikutip AFP, Senin 13 Juli 2020.
 
“Selain jam malam subuh hinggasenja, kota-kota besar Ramallah, Hebron, Nablus dan Bethlehem, akan dikunci total atau lockdown hingga Kamis malam. Sementara perjalanan antar daerah akan dilarang selama dua minggu,” ,” katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanya apotek dan toko roti yang diizinkan untuk membuka. "Dilarang keras menyelenggarakan pernikahan, pemakaman, dan pesta," tegas Melhem, seraya menambahkan bahwa warga Palestina juga dilarang pergi bekerja di permukiman Israel.
 
Tepi Barat, yang diduduki oleh Israel dalam perang Enam Hari 1967, adalah rumah bagi lebih dari 2,8 juta warga Palestina dengan 450.000 warga Israel lainnya hidup dari pagar di pemukiman mereka.
 
Dalam laporan hariannya, kementerian kesehatan Palestina mengatakan hari Minggu bahwa sejauh ini ada lebih dari 6.150 kasus infeksi covid-19 yang dikonfirmasi, dengan 33 orang meninggal.
 
Otoritas Palestina memberlakukan kuncian penuh Tepi Barat setelah kasus virus korona pertama diidentifikasi pada awal Maret. Lockdown itu kemudian dicabut pada akhir Mei. Ketentuan tersebut diterapkan kembali pada 3 Juli dan sejak diperpanjang mengingat meningkatnya data infeksi.
 
Di Israel, dengan populasi sekitar sembilan juta, jumlah infeksi yang dikonfirmasi diberikan pada Minggu karena lebih dari 38.600 dan lebih dari 360 dilaporkan meninggal.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif