PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Netanyahu: Palestina Tak Bisa Lagi Veto Perdamaian di Dunia Arab

Internasional israel palestina palestina israel
Willy Haryono • 31 Agustus 2020 06:56
Tel Aviv: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Palestina kini sudah tidak bisa lagi "memveto perdamaian" antara Israel dan negara-negara Arab. Pernyataan disampaikan menyusul disepakatinya perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab.
 
PM Netanyahu berbicara di samping penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan juga penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien di Yerusalem, Minggu 30 Agustus.
 
"Sudah terlalu lama Palestina memiliki veto terhadap perdamaian, bukan hanya antara Palestina dan Israel, tapi juga Israel dan negara-negara Arab," ujar PM Netanyahu, dilansir dari laman UPI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika kami harus menunggu Palestina, maka kami harus menunggu selamanya. Tapi hal itu sudah tidak akan terjadi lagi," sambungnya.
 
O'Brien mengatakan, perjanjian normalisasi hubungan Israel-UEA membuka jalan bagi Muslim yang ingin beribadah di Masjid Al-Aqsa untuk terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. Ia dan Kushner berencana mencoba penerbangan langsung tersebut pada hari ini, Senin 31 Agustus 2020.
 
Mengenai Palestina, PM Netanyahu bersedia bernegosiasi di bawah rencana perdamaian "Perjanjian Abad Ini" yang dipaparkan Presiden AS Donald Trump. Salah satu poin dalam rencana itu adalah penundaan aneksasi di Tepi Barat.
 
"Saat negara-negara Arab dan Muslim mulai bergabung di lingkaran perdamaian, (Palestina) akan tetap berada di luar," sebut PM Netanyahu.
 
Perjanjian normalisasi hubungan Israel-UEA difinalisasi bulan ini dalam sambungan telepon antara Trump, Netanyahu, dan wakil pimpinan UEA Sheikh Mohammed bin Zayed.
 
Kushner, menantu Trump, mengatakan bahwa Perjanjian Abad Ini memberikan "kesempatan" perdamaian kepada Palestina.
 
"Tawaran kepada Palestina adalah tawaran yang sangat realistis. Tawaran tersebut menunjukkan masyarakat di kawasan bahwa Israel serius, dan hal tersebut telah berujung pada terobosan seperti yang sudah kita saksikan hari ini," sambungnya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif