Ribuan warga berunjuk rasa mendesak mundur PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Minggu 20 September 2020. (Ahmad GHARABLI/AFP)
Ribuan warga berunjuk rasa mendesak mundur PM Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Minggu 20 September 2020. (Ahmad GHARABLI/AFP)

Aksi Mengecam PM Israel Berlangsung di Tengah Lockdown

Internasional Virus Korona
Willy Haryono • 21 September 2020 08:53
Yerusalem: Ribuan warga Israel berunjuk rasa di Yerusalem dalam mendesak pengunduran diri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Aksi protes ini merupakan kali pertama sejak Israel memperbarui kebijakan penguncian wilayah (lockdown) berskala nasional.
 
Usai mencatat rata-rata infeksi covid-19 tertinggi di dunia dalam dua pekan terakhir, Israel memberlakukan lockdown nasional pada Jumat pekan kemarin. Lockdown diberlakukan di hari pertama musim liburan kelompok Yahudi di Israel.
 
Meski Pemerintah Israel sempat diapresiasi atas langkah cepat penanganan pandemi lewat lockdown pada Maret lalu, banyak warga menuding pemerintahan Netanyahu tidak konsisten menangani covid-19 sejak April hingga saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari France 24, Senin 21 September 2020, aksi unjuk rasa di Israel masih diizinkan meski adanya sejumlah pembatasan. Demonstrasi mendesak mundur Netanyahu di Yerusalem ini sudah berlangsung setiap pekan selama hampir tiga bulan.
 
Banyak pedemo menggunakan masker, namun tidak menjaga jarak fisik antar satu sama lain. Polisi mengatakan barikade yang dipasang di lokasi unjuk rasa telah dipindahkan para demonstran "yang tidak mau mendengarkan aturan dan regulasi" seputar covid-19.
 
Selama lockdown terbaru ini, yang dijadwalkan berlangsung setidaknya tiga pekan, warga Israel hanya boleh berada dalam radius satu kilometer dari rumah mereka untuk kegiatan hiburan. Sementara di luar itu, kegiatan yang diperbolehkan hanyalah membeli kebutuhan pokok, pengobatan, atau bekerja di sektor esensial.
 
Meski aktivitas ekonomi biasanya melambat saat musim liburan Yahudi, banyak warga Israel khawatir dampak finansial dari lockdown kedua ini bisa sangat buruk.
 
Pemerintahan Netanyahu sudah mencoba berbagai cara dalam beberapa bulan terakhir untuk menghindari lockdown nasional. Namun berbagai langkah itu terhalang suara oposisi.
 
Menurut catatan AFP, Israel tercatat sebagai negara dengan rata-rata infeksi covid-19 kedua tertinggi di dunia setelah Bahrain, dengan 187.396 kasus dan 1.236 kematian.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif