Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Aviv Kochavi. Foto: AFP
Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Aviv Kochavi. Foto: AFP

Kepala Staf Militer Israel Kritik Rencana AS Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

Internasional nuklir iran iran israel joe biden Antony Blinken
Juven Martua Sitompul • 27 Januari 2021 08:06
Tel Aviv: Seorang jenderal Israel mengatakan bahwa militernya memperbaharui rencana operasionalnya melawan Iran. Dia menilai bahwa rencana Amerika Serikat (AS) kembali ke perjanjian nuklir 2015 dengan Teheran akan ‘salah’.
 
Pernyataan tersebut merupakan sinyal nyata bagi Presiden AS Joe Biden untuk berhati-hati dalam setiap hubungan diplomatik dengan Iran. Komentar  oleh Kepala Staf Militer Israel tentang kebijakan AS jarang terjadi dan kemungkinan besar telah disetujui sebelumnya oleh pemerintah Israel.
 
"Kembali ke perjanjian nuklir 2015, atau bahkan jika itu adalah kesepakatan serupa dengan beberapa perbaikan, adalah buruk dan salah dari sudut pandang operasional dan strategis," kata Letnan Jenderal Aviv Kochavi dalam pidatonya di Institut Studi Keamanan Nasional, Tel Aviv University, seperti dikutip AFP, Rabu 27 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendahulu Biden, Donald Trump, menarik diri dari perjanjian nuklir pada 2018. Itu adalah sebuah langkah yang disambut baik oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengkritik keringanan sanksi yang ditawarkannya dan memperingatkan kemungkinan pengembangan senjata nuklir Iran setelah kedaluwarsa.
 
Antony Blinken, yang dikonfirmasi Selasa sebagai menteri luar negeri Biden, mengatakan pekan lalu bahwa Amerika Serikat "masih jauh" dari memutuskan apakah akan bergabung kembali dengan kesepakatan itu. Menurutnya perlu melihat apa yang sebenarnya dilakukan Iran untuk melanjutkan kepatuhan dengan pakta tersebut.
 
Sejak Washington menarik diri dari kesepakatan itu, Iran secara bertahap telah melanggar batas-batas utamanya. Termasuk dengan membangun persediaan uranium yang diperkaya rendah, memperkaya uranium ke tingkat kemurnian yang lebih tinggi, dan memasang sentrifugal dengan cara yang dilarang oleh kesepakatan tersebut.
 
Kochavi mengatakan, tindakan Iran itu -,yang menyangkal bahwa mereka mencari senjata atom,- menunjukkan pada akhirnya dapat memutuskan untuk maju dengan cepat untuk membangun senjata nuklir.
 
"Berdasarkan analisis fundamental ini, saya telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel untuk mempersiapkan sejumlah rencana operasional, selain yang sudah ada," tegas Kochavi.
 
"Terserah pada kepemimpinan politik, tentu saja, untuk memutuskan implementasinya, tetapi rencana ini harus dibahas,” imbuhnya.
 
Netanyahu telah mengancam kemungkinan serangan Israel terhadap Iran menjelang kesepakatan itu. Tetapi seorang perwira senior Israel, yang berbicara kepada wartawan pada 2015 dengan syarat anonim, menggarisbawahi perbedaan di Israel atas masalah tersebut dengan mengatakan kesepakatan itu memiliki potensi keuntungan keamanan.
 
(JMS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif