PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)

Netanyahu Sebut Pencaplokan Tepi Barat Sebuah Prioritas

Internasional palestina israel
Willy Haryono • 26 Mei 2020 09:40
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pihaknya tidak akan melewatkan sebuah "kesempatan historis" dalam memperluas kedaulatannya ke sejumlah wilayah di Tepi Barat. Ia mendeklarasikan bahwa langkah aneksasi tersebut merupakan salah satu prioritas Pemerinta Israel.
 
Palestina menganggap rencana pencaplokan Tepi Barat sebagai sesuatu yang ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.
 
"Kita memiliki sebuah kesempatan historis yang belum pernah ada sejak 1948, yakni menerapkan kedaulatan sebagai langkah diplomatik di Judea dan Samaria," ujar PM Netanyahu, merujuk tahun kelahiran Israel dan nama lain dari Tepi Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan kesempatan besar, dan kita tidak boleh melewatkannya," lanjutnya, dilansir dari Independent, Selasa 26 Mei 2020. Palestina dan sebagian besar negara dunia memandang permukiman Yahudi di tanah pendudukan Israel sebagai sesuatu yang ilegal.
 
Pekan kemarin, Palestina mendeklarasikan akhir dari segala bentuk kerja sama dengan Israel dan Amerika Serikat. Langkah tersebut merupakan bagian dari aksi protes terhadap rencana pencaplokan Tepi Barat.
 
PM Netanyahu bertekad membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat dan menjadikan Bukit Jordan di bawah kedaulatan Israel. Ia telah menetapkan 1 Juli sebagai tanggal awal untuk mendiskusikan rencana tersebut di kabinet Israel.
 
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut rencana aneksasi di Tepi Barat sebagai masalah kompleks yang membutuhkan koordinasi dengan Washington.
 
Sementara mitra politik terbaru PM Netanyahu, Benny Gantz, terlihat belum menegaskan sikap mengenai rencana aneksasi Israel.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif