Penyelenggaraan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19. (AFP)
Penyelenggaraan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19. (AFP)

Ada Ancaman Omicron, Kebijakan Haji dan Umrah Arab Saudi Tidak Berubah

Internasional Ibadah Umrah arab saudi haji ibadah haji indonesia-arab saudi WHO KJRI Jeddah Omicron Varian Omicron
Marcheilla Ariesta • 04 Desember 2021 08:49
Jeddah: Varian Omicron memicu kekhawatiran dunia akan terjadinya gelombang terbaru Covid-19. Beberapa negara telah mengidentifikasi pasien dengan varian baru ini, termasuk Arab Saudi.
 
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono mengatakan, kebijakan terkait haji dan umrah tidak ada perubahan untuk sementara ini, meskipun ada varian Omicron.
 
"Sejauh ini belum ada kebijakan Arab Saudi terkait adanya Omicron. Tercatat satu kasus di Arab Saudi, yaitu warga negara Saudi yang baru masuk dari salah satu negara di Afrika utara," kata Eko kepada Medcom.id, Sabtu, 4 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, Negeri Petro Dolar itu sudah melarang masuknya orang dari wilayah Afrika bagian selatan, seperti Afrika Selatan, Namibia, Lesotho, Malawi, dan Mozambik.
 
Selain itu, warga Arab Saudi yang terjangkit Omicron tersebut sudah dikarantina. Pelacakan kontak dekat juga sudah dilakukan.
 
"Semoga tidak menyebar dan bisa ditangani dengan baik," ujar Eko.
 
"Insya Allah tidak berpengaruh terhadap Umrah dan Haji," harapnya.
 
Eko juga mengungkapkan, tidak ada perubahan kebijakan apapun di dalam negeri terkait Omicron ini. Menurutnya, kegiatan masyarakat dan bisnis masih normal, begitupun karantina kedatangan asing tetap diberlakukan selama lima hari.
 
"Tidak heboh di sini," lanjutnya.
 
Baca:  Kemenag Diminta Berangkatkan Jemaah yang Benar-benar Siap
 
Arab Saudi pada Rabu 1 Desember 2021 mengonfirmasi kasus pertama varian Omicron. Kasus berasal dari seorang penumpang yang datang dari negara Afrika utara.
 
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan kapasitas kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan vaksinasi guna mencegah melonjaknya kasus Covid-19 yang dipicu varian Omicron.
 
Pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan bulan lalu, WHO menetapkan Omicron sebagai 'variant of concern' atau varian yang menjadi kekhawatiran bersama. Para ilmuwan hingga kini masih mengumpulkan data untuk menentukan seberapa menular Omicron, dan separah apa gejala yang dapat ditimbulkannya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif