Mir Hossein Mousavi (kanan) dan Mehdi Karroubi telah menjadi tahanan rumah bersama istri mereka masing-masing sejak 2011. (BEHROUZ MEHRI AFP/File)
Mir Hossein Mousavi (kanan) dan Mehdi Karroubi telah menjadi tahanan rumah bersama istri mereka masing-masing sejak 2011. (BEHROUZ MEHRI AFP/File)

Pemimpin Oposisi Iran Positif Covid-19

Internasional Virus Korona iran covid-19 pandemi covid-19
Willy Haryono • 16 November 2020 15:14
Teheran: Mir Hossein Mousavi, pemimpin oposisi Iran yang pernah mencalonkan diri dalam pemilihan umum presiden 2009, dinyatakan positif terinfeksi virus korona (covid-19). Istri Mousavi yang merupakan seorang aktivis juga dinyatakan positif covid-19 saat sedang menjadi tahanan rumah.
 
Seorang sumber mengatakan bahwa Mousavi dan istrinya, Zahra Rahnavard, telah terjangkit covid-19. Namun keduanya dilaporkan berada dalam kondisi baik dan menerima perawatan medis yang diperlukan.
 
Dilansir dari Arutz Sheva pada Senin, 16 November 2020, Mousavi dan Rahnavard menjalani tes covid-19 setelah mereka merasakan gejala-gejala umum seperti demam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pemilu Iran 2009, Mousavi dan politikus reformis lainnya, Mehdi Karroubi, merupakan salah satu kandidat capres dan cawapres. Mereka mempertanyakan kemenangan mengejutkan Mahmoud Ahmadinejad, yang kemudian berujung pada gerakan protes berskala masif.
 
Satu tahun kemudian, pasukan pemerintah membombardir rumah lima lantai milik Karroubi di Teheran. Sejumlah pengawal Karroubi juga dipukuli hingga tak sadarkan diri.
 
Keduanya menjadi tahanan rumah sejak 2011 atas peran mereka dalam unjuk rasa masif usai berakhirnya pemilu 2009.
 
Selama menjalani tahanan rumah, Mousavi dan Rahnavard dilaporkan mengizinkan kunjungan dari beberapa anggota keluarga dan rekan dekat politik. Keduanya sama-sama mendukung petahana Hassan Rouhani dalam musim kampanye pemilu Iran 2013.
 
Rouhani, meski dianggap dunia Barat sebagai tokoh "moderat," tidak membebaskan Mousavi dan Karroubi dari tahanan rumah meski berjanji melakukannya selama masa kampanye 2013 dan 2017.
 
Iran merupakan salah satu negara terparah dilanda covid-19 di kawasan Timur Tengah. Saat pandemi mencapai puncaknya, puluhan pejabat Iran sempat terjangkit covid-19 dan jatuh sakit.
 
Setidaknya 30 anggota parlemen Iran dinyatakan positif covid-19 dalam beberapa tahun terakhir, dan sebagian dari mereka meninggal dunia.
 
Baca:Anggota Parlemen Iran Meninggal akibat Korona
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif