Salah satu lokasi di Kabul yang terkena serangan roket pada Sabtu, 21 November 2020. (AFP)
Salah satu lokasi di Kabul yang terkena serangan roket pada Sabtu, 21 November 2020. (AFP)

Rangkaian Serangan Roket di Kabul Tewaskan 3 Orang

Internasional amerika serikat taliban afghanistan
Willy Haryono • 21 November 2020 15:14
Kabul: Setidaknya tiga orang tewas terkena serangkaian serangan roket yang menghantam area padat penduduk di Kabul, Afghanistan pada Sabtu, 21 November 2020. Ini merupakan kelanjutan dari rentetan serangan yang melanda Kabul dan kota lainnya di Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir.
 
Rangkaian roket mengenai beberapa bagian pusat dan utara Kabul, termasuk Green Zone yang merupakan area berdirinya sejumlah kedutaan besar dan perusahaan internasional. Serangan terjadi pada Sabtu pagi menjelang pukul 09.00.
 
"Pagi ini, teroris meluncurkan 14 roket ke kota Kabul," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tariq Arian, dilansir dari laman India Today.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sayangnya, sejumlah roket mengenai area-area permukiman warga. Hingga saat ini, tiga warga telah dinyatakan tewas dan 11 lainnya terluka," sambung dia.
 
Baca:Rangkaian Ledakan Terdengar di Kabul, Ulah Taliban?
 
Juru bicara Kepolisian Kabul Ferdaws Faramar mengonfirmasi angka kematian yang sama. Sementara juru bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan, Masooma Jafari, mencatat adanya lima korban tewas dan 21 terluka.
 
Sejumlah foto dan video di media sosial memperlihatkan beberapa bangunan yang rusak terkena roket. Dari beberapa bangunan, terdapat satu kompleks medis berukuran besar.
 
Hingga saat ini belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru di Kabul. Kelompok militan Taliban membantah terlibat dalam serangan tersebut.
 
Aksi kekerasan di Afghanistan terjadi dalam beberapa pekan dan bulan terakhir, meski delegasi Taliban dan Afghanistan sedang terlibat dialog damai di Doha, Qatar.
 
Taliban telah berjanji tidak akan menyerang area-area urban di bawah perjanjiannya dengan Amerika Serikat. Namun pemerintah Afghanistan menyalahkan Taliban atas serangkaian serangan terbaru di Kabul dan area lainnya belakangan ini.
 
Dialog damai Taliban dan Afghanistan telah berlangsung sejak September, namun hingga kini belum ada hasil berarti.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif