Salah satu lokasi pembangunan unit rumah milik Israel di Tepi Barat. (AFP)
Salah satu lokasi pembangunan unit rumah milik Israel di Tepi Barat. (AFP)

Otoritas Israel Izinkan Pembangunan 800 Rumah di Tepi Barat

Internasional palestina israel palestina joe biden donald trump palestina israel Benjamin Netanyahu
Willy Haryono • 18 Januari 2021 11:48
Tel Aviv: Otoritas Israel mengeluarkan izin pembangunan hampir 800 rumah di wilayah Tepi Barat pada Minggu, 17 Januari. Izin dikeluarkan beberapa hari menjelang berakhirnya pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang selama ini menjalin hubungan dekat.
 
COGAT, agensi pertahanan Israel yang mengurusi masalah konstruksi, mengonfirmasi keluarnya izin pembangunan ratusan rumah di Tepi Barat.
 
Selama ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak negara di dunia memandang pembangunan permukiman Israel di tanah Palestina, termasuk di Tepi Barat, sebagai sesuatu yang ilegal di bawah hukum internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Palestina Kecam Rencana Israel Bangun 800 Rumah di Tepi Barat
 
Grup pemantau Peace Now mengatakan bahwa lebih dari 90 persen rumah milik pemerintah Israel sudah berada di Tepi Barat, sebuah wilayah yang hendak dijadikan Palestina sebagai jantung negara mereka di masa mendatang.
 
Israel meningkatkan upaya konstruksi permukiman di Tepi Barat selama AS dipimpin Trump. Menurut Peace Now, Israel telah mengeluarkan izin pembangunan lebih dari 12 ribu rumah di tanah Palestina sepanjang 2020 -- angka tertinggi sejak 2012.
 
"Dengan mendorong pembangunan ratusan unit rumah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sekali lagi mengedepankan kepentingan politik personalnya ketimbang kepentingan negara," ujar Peace Now, dilansir dari laman nzherald.co.nz pada Senin, 18 Januari 2021.
 
"Permukiman ini bukan hanya merusak potensi tercapainya resolusi damai dengan Palestina, tapi juga berpotensi memicu konflik dengan pemerintahan Biden," lanjutnya, merujuk pada presiden terpilih AS Joe Biden.
 
Pekan kemarin, kantor PM Netanyahu mengaku akan mendorong keluarnya izin pembangunan. Proyek yang didorong PM Netanyahu meliputi 100 rumah di Tal Menashe, lokasi terjadinya pembunuhan yang dilakukan pria Palestina terhadap seorang perempuan Israel.
 
Palestina mengklaim keseluruhan Tepi Barat, yang direbut Israel pada perang 1967, sebagai bagian dari wilayah negara mereka di masa mendatang. Palestina menegaskan, banyaknya perumahan Israel semakin mempersulit upaya mereka dalam mendirikan negara independen.
 
Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa langkah terbaru Israel dapat merusak upaya yang mungkin akan dilakukan Biden untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif