Hagia Sophia dibuka untuk umum di luar waktu salat. Foto: AFP
Hagia Sophia dibuka untuk umum di luar waktu salat. Foto: AFP

Hagia Sophia Dibuka untuk Umum di Luar Waktu Salat

Internasional turki Hagia Sophia
Fajar Nugraha • 15 Juli 2020 08:31
Istanbul: Hagia Sophia Turki akan dibuka untuk pengunjung di luar waktu salat. Pihak pemerintah Turki menegaskan bahwa ikon-ikon Kristennya akan tetap ada.
 
Hal ini ditegaskan oleh pejabat institusi keagamaan Turki, setelah putusan pengadilan membuka jalan Hagia Sophia diubah dari museum menjadi masjid.
 
Baca: Mosaik Hagia Sophia akan Ditutup Selama Waktu Salat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Status museum yang berada di tenggara Istanbul itu, dicabut pada hari Jumat, dengan kontrol diserahkan kepada otoritas agama, Diyanet. Selama hampir seabad, Hagia Sophia sudah dijadikan sebagai museum, sejak Turki modern dipimpin oleh Mustafa Kemal Ataturk.
 
Keputusan itu memicu kecaman dari pemerintah Barat, Rusia dan para pemimpin Kristen. Paus Fransiskus mengatakan dia "sangat tertekan".
 
Hagia Sophia adalah katedral selama hampir 1.000 tahun sebelum dikonversi menjadi masjid pada tahun 1453 dan museum pada tahun 1935.
 
Diyanet mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa ikon-ikon Kristen di Hagia Sophia "tidak menjadi penghalang bagi validitas doa-doa".
 
"Ikon-ikon itu harus dikurangi dan dibuka dengan cara yang tepat selama waktu doa," pernyataan pihak Diyanet, seperti dikutip AFP, Rabu 15 Juli 2020.
 
"Tidak ada halangan dari perspektif agama. Masjid Hagia Sophia terbuka bagi pengunjung di luar waktu solat," pernyataan itu menambahkan.
 
Hagia Sophia, objek wisata utama, telah menjadi tempat kegiatan terkait Islam dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2018, Presiden Recep Tayyip Erdogan membaca ayat pertama Alquran di situs bersejarah itu.
 
Baca: Turki Bela Kedaulatan Melalui Hagia Sophia.
 
Erdogan, yang mengatakan solat Muslim pertama akan dimulai di Hagia Sofia pada 24 Juli, telah menegaskan bangunan itu akan terbuka untuk semua, termasuk non-Muslim.
 
Dalam pidatonya pemimpin Turki berjanji: "Kami akan mempertahankan status Hagia Sophia sebagai warisan budaya yang sama dengan nenek moyang kita."
 
"Saya ingin menekankan bahwa Hagia Sophia berubah menjadi masjid dari museum, bukan dari gereja," pungkasnya.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif