PM Israel Benjamin Netanyahu saat berada di Yerusalem pada 9 Mei 2021. (Amit SHABI / POOL / AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu saat berada di Yerusalem pada 9 Mei 2021. (Amit SHABI / POOL / AFP)

PM Israel Tegaskan Menara Media di Gaza 'Target yang Sah'

Internasional Palestina israel palestina Gaza Israel hamas Benjamin Netanyahu
Willy Haryono • 17 Mei 2021 15:00
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela keputusannya menggempur sebuah menara yang menampung beberapa kantor media internasional di Jalur Gaza. Menurutnya, menara tersebut juga menampung sebuah kantor intelijen "teroris" Palestina.
 
"Berikut adalah data intelijen yang kami punya. Sebuah kantor intelijen untuk organisasi teroris Paelstina pernah ada di bangunan tersebut, yang sempat mengkoordinasikan serangan teror terhadap warga Israel," ujar PM Netanyahu kepada media CBS News, dilansir dari laman India Today pada Senin, 17 Mei 2021.
 
"Jadi ini adalah target yang sah. Kami mengambil segala bentuk langkah antisipasi untuk memastikan tidak ada korban masyarakat sipil. Faktanya, tidak ada kematian," sambung dia dalam program bernama Face the Nation.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Associated Press (AP) dan Al Jazeera merupakan dua dari beberapa kantor media yang hancur dalam serangan udara Israel. AP mengaku belum menerima bukti konkret dari Israel mengenai adanya aktivitas di menara al-Jalaa.
 
"Apa yang AP inginkan adalah investigasi independen mengenai apa yang terjadi saat itu," kata seorang editor eksekutif AP, Sally Buzbee, kepada media CNN.
 
"Kami tidak berpihak ke kubu manapun dalam konflik tersebut. Tapi kami mendengar Israel punya bukti. Kami belum tahu apa saja bukti-buktinya," sambung dia.
 
Baca:  Menara Kantor Media Internasional di Gaza Hancur Diserang Israel
 
Presiden Amerika Serikat Joe Biden sebelumnya telah mengekspresikan kekhawatiran atas aksi kekerasan dalam konflik Palestina-Israel, terutama yang berdampak pada warga sipil dan jurnalis.
 
Sementara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan segera diakhirinya aksi kekerasan antara pasuka Israel dan kelompok Hamas. Ia khawatir kawasan Timur Tengah dapat terjatuh ke dalam "krisis kemanusiaan dan keamanan yang tidak dapat ditangani lagi."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif