Arab Saudi campur dosis vaksin berbeda untuk dapatkan kekebalan tubuh yang efektif melawan covid-19. Foto: AFP.
Arab Saudi campur dosis vaksin berbeda untuk dapatkan kekebalan tubuh yang efektif melawan covid-19. Foto: AFP.

Arab Saudi Tegaskan Mencampur Dosis Vaksin Covid-19 Aman dan Efektif

Internasional Virus Korona arab saudi pandemi covid-19 vaksin covid-19
Marcheilla Ariesta • 08 September 2021 21:02
Riyadh: Arab Saudi menegaskan kembali bahwa mencampur vaksin Covid-19 beragam merek aman dan efektif. Namun, Riyadh menyebut vaksin yang boleh dicampur hanyalah yang sudah mendapat persetujuan regulator kerajaan.
 
"Mencampur vaksin  - suntikan pertama berbeda dengan suntikan kedua - memberikan respons kekebalan yang lebih kuat dan perlindungan lebih tahan lama dari virus," kata Kementerian Kesehatan Arab Saudi, dikutip dari Arab News, Rabu, 8 September 2021.
 
Vaksin yang disetujui di Arab Saudi antara lain, AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Johnson & Johnson, Moderna, Sinovac, dan Sinopharm.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebuah penelitian di Inggris yang dirilis pada musim panas lalu menunjukkan bahwa pencampuran beberapa vaksin bekerja dengan baik dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap virus.
 
Baca juga: Menag Bakal ke Arab Kejar Informasi Vaksin Booster
 
Studi Oxford University membandingkan mereka yang mengambil dua dosis Pfizer-BioNTech, mereka yang mendapat dua dosis AstraZeneca, dan mereka yang diberi campuran keduanya.
 
Tak hanya Arab Saudi, sejumlah negara juga mengizinkan vaksin untuk dicampur. Mereka adalah Inggris, Jerman, dan Kanada.
 
Juni lalu, otoritas kesehatan masyarakat Saudi mengizinkan pencampuran jenis vaksin dan mengatakan teknik tersebut kemungkinan memberikan reaksi kekebalan yang lebih baik.
 
Sejauh ini, Arab Saudi telah memberikan lebih dari 38 juta dosis berbagai vaksin. Sementara itu, Kemenkes Saudi melaporkan ada 138 kasus covid-19 di negara itu dalam 24 jam terakhir. Tercatat enam kematian dalam sehari.
 
Saat ini ada 2.463 pasien aktif Covid-19 di Arab Saudi, dan 636 di antaranya berada dalam kondisi kritis. Sejak awal pandemi, 8.591 orang meninggal akiabt Covid-19 di Negeri Petro Dolar tersebut.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif