Sekitar 83 persen warga Tigray mengalami kerawanan makanan di tengah konflik bersenjata. (Yasuyoshi CHIBA AFP/File)
Sekitar 83 persen warga Tigray mengalami kerawanan makanan di tengah konflik bersenjata. (Yasuyoshi CHIBA AFP/File)

PBB: 83 Persen Warga Tigray Hanya Makan 1 Kali Sehari

Internasional pbb konflik ethiopia Konflik Tigray WFP Ethiopia
Willy Haryono • 29 Januari 2022 15:23
Tigray: Sekitar 83 persen persen warga Tigray di Ethiopia mengalami "kekurangan makanan" di tengah konflik bersenjata yang terjadi antara pasukan pemerintah dan pemberontak di wilayah mereka. Karena terbatasnya makanan, banyak dari mereka hanya bisa makan satu kali sehari.
 
Penyaluran bantuan ke Tigray oleh Program Makanan Dunia (WFP) terkendala blokade pasukan pemerintah Ethiopia. Menurut keterangan sejumlah relawan, bantuan terpaksa harus disalurkan dengan berjalan kaki.
 
Pertempuran terbaru di Ethiopia utara, area yang dilanda konflik bersenjata selama hampir 15 bulan, juga membatasi kesempatan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data terbaru WFP merupakan kali pertama yang dapat dirilis usai laporan terakhir PBB seputar Tigray enam bulan lalu. Kala itu, PBB mengestimasi ratusan ribu warga Tigray menghadapi "kondisi mirip kelaparan."
 
Dalam data terbaru WFP, disebutkan bahwa 4,6 juta warga Tigray -- atau 83 persen dari populasi -- mengalami kerawanan makanan. Dua juta dari mereka berada di tingkat kerawanan yang "parah."
 
"Banyak keluarga di Tigray kehabisan cara untuk menghidupi diri sendiri. Seperempat dari total populasi di sana menggunakan strategi ekstrem untuk bertahan hidup," ucap WFP, dilansir dari France 24, Sabtu, 29 Januari 2022.
 
"Makanan sehari-hari semakin sulit didapat, dan banyak keluarga hanya bisa mengandalkan sereal dengan porsi terbatas," sambungnya.
 
WFP juga menyerukan risiko kelaparan di Amhara dan Afar, yang juga terkena imbas pertempuran antara pasukan Ethiopia dan pemberontak Tigray. "WFP melakukan segala hal yang bisa dilakukan untuk memastikan makanan dan obat-obatan dapat melewati medan tempur," tutur Direktur WFP cabang Afrika Timur, Michael Dunford.
 
"Tapi jika pertempuran tersebut berlanjut, kami menyerukan semua pihak bertikai untuk menyepakati gencatan senjata kemanusiaan demi penyaluran bantuan," sambungnya.
 
Baca:  Pemberontak Tigray Sebut Serangan Udara Ethiopia Tewaskan 56 Warga Sipil
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif