Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid dimandatkan bentuk pemerintahan baru. Foto: AFP
Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid dimandatkan bentuk pemerintahan baru. Foto: AFP

Pemimpin Oposisi Israel Ditugaskan Bentuk Pemerintahan Baru

Internasional Israel pemilu israel Benjamin Netanyahu
Fajar Nugraha • 06 Mei 2021 15:08
Tel Aviv: Yair Lapid mendapat mandat untuk membentuk pemerintahan baru Israel. Mandat awal didapat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal melakukannya.
 
Baca: PM Israel Gagal Bentuk Pemerintahan Baru, Perpanjang Kebuntuan Politik.
 
Presiden Israel Reuven Rivlin pada Rabu mengamanatkan pemimpin oposisi Israel Yair Lapid untuk membentuk pemerintahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lapid mendapat dukungan dari 56 anggota parlemen dan dia memiliki beberapa opsi untuk membentuk pemerintahan," ucap Rivlin, seperti dikutip Yeni Safak, Kamis 6 Mei 2021.
 
Pemimpin Partai Yesh Atid itu, merupakan politikus yang diberikan mandat kedua untuk membentuk pemerintahan. Mandat pertama diberikan ke Netanyahu tetapi berujung pada kebuntuan.
 
Selama periode mandat 28 hari itu, Netanyahu berakhir dengan kegagalan untuk mengamankan 61 suara yang dibutuhkan dari 120 anggota Knesset atau Parlemen Israel.
 
Pada akhirnya, Rabu, Presiden Rivlin bertemu dengan Lapid dan Pimpinan Partai sayap kanan Yamina, Naftali Bennett, untuk membentuk pemerintahan koalisi.
 
Menurut hukum Israel, jika orang kedua yang ditugaskan untuk pembentukan pemerintah gagal, Presiden Israel akan menyerahkan tugas tersebut ke Knesset. Tentunya Knesset harus membuat rekomendasi resmi dari seorang anggota parlemen dengan dukungan setidaknya 61 deputi atau pada akhirnya memerintahkan dilakukannya pemilihan baru.
 
Pada 23 Maret, Israel mengadakan pemilihan keempatnya dalam dua tahun. Netanyahu dan partai-partai yang mengumumkan bahwa mereka akan mendukungnya tetap di 52 kursi, sementara blok antiNetanyahu memiliki 57 kursi.
 
Negara Yahudi ini sepertinya harus bersiap untuk menjalani pemilihan kelima segera jika kebuntuan politik terus berlanjut.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif