Pedemo antikudeta Sudan ditembak militer/AFP
Pedemo antikudeta Sudan ditembak militer/AFP

7 Pedemo Antikudeta Sudan Tewas Ditembaki Militer

Internasional Kudeta Sudan Sudan Pembubaran Pemerintah Sudan
Marcheilla Ariesta • 26 Oktober 2021 07:13
Khartoum: Sebanyak tujuh orang tewas dan 140 lainnya terluka dalam protes menentang kudeta di Sudan. Para tentara menembaki massa yang sedang melakukan demo.
 
Para pengunjuk rasa turun ke jalan setelah angkatan bersenjata membubarkan pemerintahan sipil, menangkap para pemimpin politik dan menyerukan keadaan darurat pada Senin, 25 Oktober kemarin.
 
Dilansir dari BBC, Selasa, 26 Oktober 2021, pasukan dilaporkan pergi dari rumah ke rumah di ibu kota Khartoum untuk menangkap penyelenggara protes di sana. Kudeta ini menghentikan bantuan senilai USD700 juta (sekitar Rp9,9 triliun).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemimpin kudeta, Jenderal Abdel Fattah Burhan menyalahkan pertikaian politik atas aksi militer tersebut. Para pemimpin sipil dan militer berselisih sejak penguasa lama, Omar al-Bashir digulingkan dua tahun lalu.
 
Saat malam tiba, sejumlah besar pengunjuk rasa berada di jalan-jalan Khartoum dan kota lainnya. Mereka menuntut kembalinya pemerintahan sipil.
 
Seorang pengunjuk rasa yang terluka mengatakan, ia ditembak di kaki oleh tentara di luar markas militer. Sedangkan pria lainnya mengungkapkan militer menembakkan granat kejut di awal, kemudian peluru tajam.
 
Baca juga: Kudeta Sudan, Militer Tutup Akses Keluar Masuk Ibu Kota
 
"Sebanyak dua orang meninggal, saya melihat mereka dengan mata kepala sendiri," kata Al-Tayeb Mohamed Ahmed. Sementara itu, serikat dokter Sudan dan Kementerian Informasi menyampaikan penembakan terjadi di luar kompleks militer.
 
BBC melaporkan, terlepas dari kekerasan yang ada, protes menunjukkan sedikit tanda mereda.
 
Demonstran memblokir jalan dengan tumpukan batu bata dan membakar ban. Banyak perempuan juga ambil bagian, meneriakkan 'tidak' pada aturan militer.
 
Bandara kota ditutup dan penerbangan internasional ditangguhkan. Internet dan sebagian besar saluran telepon juga mati. Kota itu langsung lumpuh segera setelah kudeta terjadi.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif